
Inspeksi Mendadak Gubernur Jabar ke Pabrik Aqua di Subang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Tirta Investama Subang, produsen air mineral merek Aqua, pada Senin (20/10/2025). Sidak ini dilakukan sebagai respons terhadap aduan masyarakat mengenai dugaan pemanfaatan sumber air tanah secara berlebihan oleh perusahaan tersebut.
Pada kunjungan tersebut, KDM didampingi oleh pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan aparat desa setempat. Ia langsung meninjau sumber pengambilan air di area pabrik. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa sumber air yang digunakan untuk produksi air mineral berasal dari lapisan air bawah tanah yang cukup dalam. Pengambilan air dilakukan menggunakan sistem pompa bertekanan tinggi, bukan langsung dari mata air permukaan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Temuan ini memicu perhatian khusus dari KDM terkait pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa penggunaan air bawah tanah yang dalam harus dipastikan tidak mengganggu ekosistem maupun ketersediaan air bagi warga sekitar.
"Pemerintah tidak menolak investasi, namun setiap perusahaan wajib memperhatikan izin pengambilan air, pelestarian lingkungan, dan tanggung jawab sosial kepada warga masyarakat sekitar," tegas Gubernur.
Selain itu, KDM menuntut agar perusahaan bersikap transparan dengan menyampaikan data volume pengambilan air dan hasil produksi setiap bulannya. Tujuannya adalah agar pemerintah dapat melakukan pengawasan secara akurat.
Keluhan Warga Seputar Penurunan Debit Air Sumur
Temuan sidak ini juga memperkuat keluhan dari sejumlah warga masyarakat sekitar yang mengaku mengalami penurunan debit air sumur, bahkan kekeringan saat musim kemarau tiba. Mereka menduga bahwa pemanfaatan air yang dilakukan perusahaan terkesan berlebihan dan berharap kunjungan Gubernur dapat membawa solusi nyata.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mengambil langkah konkret. Rapat koordinasi dengan dinas terkait akan dilaksanakan untuk mengevaluasi perizinan pengambilan air tanah secara menyeluruh di wilayah industri, khususnya Subang, Purwakarta, dan Sukabumi yang memiliki cadangan air bawah tanah besar.
"Audit lingkungan dan izin penggunaan air tanah akan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah penyalahgunaan sumber daya alam hanya demi kepentingan bisnis semata," ungkap KDM.
Langkah-Langkah yang Akan Diambil
Pemerintah Provinsi juga mendorong penerapan teknologi pengelolaan air yang ramah lingkungan dan program reboisasi di daerah resapan untuk menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Sidak Gubernur Jabar ini menjadi peringatan bagi perusahaan air mineral di Jawa Barat agar lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya alam. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan bisa memberikan solusi nyata bagi warga sekitar dan menjaga keberlanjutan lingkungan.