Pabrik BioCNG Komersial Ketiga di Sumut Selesai Dibangun

admin.aiotrade 10 Des 2025 4 menit 13x dilihat
Pabrik BioCNG Komersial Ketiga di Sumut Selesai Dibangun

Pabrik BioCNG Komersial Pertama di Indonesia


Pabrik BioCNG komersial pertama di Indonesia resmi beroperasi. Proyek ini dibangun oleh Knowledge Integration Services (KIS) Sustainability2 dan Société Internationale de Plantations et de Finance (SIPEF) Group, dengan lokasi di areal seluas 120 meter persegi di Kebun Perlabian, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Pabrik ini terletak di area pabrik kelapa sawit PT Tolan Tiga Indonesia.

Pabrik ini menjadi proyek yang sangat penting bagi SIPEF karena merupakan pabrik pertama yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Dengan kapasitas produksi sebesar 109.620 MMBtu BioCNG per tahun, pabrik ini mampu mengurangi impor bahan bakar fosil dalam jumlah yang setara. Menggunakan teknologi methane capture, pabrik ini berhasil mengurangi emisi karbon sebanyak 54.810 ton CO2e per tahun, menjadikannya salah satu proyek pengurangan emisi berbasis limbah terbesar di Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Investasi yang dikeluarkan untuk membangun pabrik mencapai Rp 59,4 miliar. Unilever Oleochemical Indonesia menjadi pembeli utama dari produk yang dihasilkan. CEO KIS Group KR.Raghunath menyampaikan bahwa pabrik ini menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat mengubah limbah menjadi energi bersih yang memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Raghunath juga bangga bisa bekerja sama dengan SIPEF Group yang memiliki pengalaman luas dalam industri kelapa sawit. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah mengolah limbah sawit secara mandiri menjadi biogas.

Selama ini, KIS Group telah membangun tiga pabrik komersial BioCNG di Sumut, dengan total investasi sebesar Rp 187,8 miliar. Proyek ini menciptakan 60 lapangan kerja hijau, mengurangi 165 ribu ton emisi CO2, dan mengurangi impor bahan bakar fosil melalui produksi BioMethane sebanyak 315.000 MMBtu per tahun.

Managing Director SIPEF Petra Meekers menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini adalah bukti komitmen perusahaan dalam mengelola produk sampingan secara bertanggung jawab. Pabrik ini juga berupaya mengurangi jejak karbon dengan menangkap metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit dan mengubahnya menjadi BioCNG.

"Kami mengonversi produk sampingan menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai, menciptakan nilai sirkular bagi operasional dan komunitas di wilayah kami beroperasi," kata Petra Meekers.

Presiden Direktur SIPEF Group Peter Bayliss menambahkan bahwa proyek ini merupakan langkah penting dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah. Kebun sawit seluas 8.000 hektar milik PT Tolan Tiga Indonesia mampu memproduksi 55 ton tandan buah segar (TBS) setiap jam, menghasilkan sekitar 33 ton limbah setiap jam atau sekitar 1.200 ton per hari.

Sebelum adanya pabrik, limbah sawit diproduksi kembali menjadi gas sebanyak 30 ribu liter kubik. Dengan adanya pabrik, 60 persen dari produksi gas tersebut di-upgrade menjadi BioCNG dan dijual. Hal ini tidak hanya membantu keberlangsungan pabrik tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Bupati Labusel Syahdian Purba Siboro menyambut baik kehadiran pabrik BioCNG sebagai kebanggaan daerahnya. Ia menilai proyek ini menjadi langkah penting dalam mendukung agenda nasional terkait transisi energi bersih, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, BioCNG Plant menjadi peluang energi hijau yang memperkuat ketahanan energi daerah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pihaknya menyambut baik kemitraan antara PT Tolan Tiga Indonesia sebagai penyedia bahan baku, KIS Sustainability2 sebagai penyedia teknologi, dan PT Unilever sebagai pembeli. Tiga pihak ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan dapat terwujud ketika sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat bergerak dalam satu visi yang sama.

"Kami melihat peluang yang lebih luas untuk pengembangan energi bersih lain seperti biomassa, biofuel, pemanfaatan limbah perkebunan hingga inisiatif sirkular ekonomi. Labuhanbatu Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat industri berkelanjutan di Sumut," kata Syahdian.

Indonesia memiliki target penurunan emisi gas rumah kaca secara signifikan pada 2030 sebesar 31,9 persen dengan upaya sendiri dan 43,2 persen dengan dukungan internasional. Target ini akan dicapai melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), yang menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 19 persen hingga 23 persen pada 2030.

Presiden Prabowo Subianto menekankan percepatan transisi energi menuju energi baru terbarukan yang berkeadilan dan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi nasional demi kejahteraan rakyat. Misi ini mencerminkan semangat pembangunan yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, kelestarian lingkungan, dan kejateraan masyarakat luas dengan mitigasi bencana yang sebaik mungkin.

"Kami sangat menanti proyek ini. Indonesia memiliki potensi bioenergi yang masif dan tersebar luas mulai dari limbah kelapa sawit, limbah pertanian hingga kotoran ternak. Kementerian ESDM mengundang seluruh pelaku usaha, investor domestik maupun internasional, serta pihak-pihak terkait untuk berpartisipasi secara intensif dalam pengembangan industri biometana," kata Pelaksana tugas Koordinator Bidang Investasi dan Kerja Sama Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Unsaini Sabrina Taqfir.

Peresmian pabrik BioCNG komersial ketiga menjadi momentum penting yang perlu diapresiasi. Upaya yang dilakukan KIS Group tidak dapat terwujud tanpa dukungan segala pihak. Unsaini berharap pembangunan pabrik menginspirasi badan usaha dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan sektor bioenergi.

Ia menghimbau agar inovasi transisi energi di Indonesia termasuk untuk sektor bioenergi memperhatikan indikator-indikator keberlanjutan termasuk aspek sosial dan lingkungan sehingga kejadian banjir bandang yang merugikan tidak terulang kembali.

"Kami yakin dengan kemitraan yang solid, komitmen berkesinambungan dan semangat untuk terus belajar mempercepat transisi energi menuju pemenuhan energi yang lebih bersih, mandiri dan berkelanjutan," kata Unsaini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan