Progres Pembangunan Pabrik BYD di Subang Terus Berjalan Lancar
Pembangunan fasilitas produksi mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, terus mendekati tahap penyelesaian. Perusahaan mengklaim bahwa progres konstruksi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini memperkuat komitmen BYD Motor Indonesia untuk membangun pusat manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.
Presiden Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhou, menyatakan bahwa pekerjaan di lapangan tidak mengalami hambatan signifikan. Ia menegaskan bahwa pembangunan pabrik berjalan sangat baik dan sesuai dengan rencana. Dukungan serta saran dari pemerintah daerah dan otoritas terkait juga menjadi faktor penting dalam kelancaran proses konstruksi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Pembangunan pabrik kami masih berjalan sangat baik dan sesuai rencana. Saran serta dukungan dari pemerintah daerah dan otoritas terkait sangat membantu,” ujarnya dalam media gathering BYD di Palm Hill Golf Club Bogor, Kamis (11/12/2025).

Menjadi Basis Produksi Kendaraan Listrik Lokal
Dengan percepatan pembangunan yang semakin pesat, BYD mulai merancang rencana produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional. Pabrik tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu titik produksi strategis dalam perluasan portofolio kendaraan listrik yang dirakit di Indonesia.
Eagle Zhou optimistis bahwa pembangunan pabrik bisa selesai sebelum akhir tahun 2025. “Kami yakin fasilitas ini selesai pada akhir tahun dan produksi bisa dimulai pada awal 2026,” ungkapnya.
Model Baru Siap Dirilis Tahun Depan
Menyambut tahun 2026, BYD telah menyiapkan deretan model baru untuk memperkuat kehadirannya di segmen elektrifikasi. Fokus utama perusahaan tetap pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
“Kami akan terus membawa model yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Tahun depan kami juga menambah jajaran BEV untuk pasar Tanah Air,” kata Eagle Zhou.
Namun, perkembangan industri ini tetap membutuhkan dukungan regulasi dari pemerintah. BYD menilai kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah menjadi penentu keberhasilan percepatan adopsi kendaraan listrik.
“Awal 2026 kami sangat membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah,” lanjutnya.
Memperluas Infrastruktur: Dealer, SPKLU, hingga Home Charger
Selaras dengan pembangunan pabrik, BYD juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan fasilitas pendukung. Sejak membuka dealer pertamanya, BYD sudah melengkapi jaringan penjualannya dengan stasiun pengisian daya yang dapat digunakan masyarakat.
“Sejak membuka diler, kami langsung menyediakan fasilitas pengisian daya untuk publik. Kami juga bekerja sama dengan PLN untuk menghadirkan home charger,” jelas Eagle Zhou.
Selain itu, BYD terus berdiskusi dengan berbagai instansi terkait untuk mempercepat penambahan titik pengisian daya di berbagai kota. Perusahaan meyakini bahwa perluasan infrastruktur merupakan kunci dalam mempertahankan tren positif permintaan mobil listrik.
“Kami terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memperluas ketersediaan charger station,” tutup Eagle Zhou.