Pabrik Mobil Listrik Proton Beroperasi, e.Mas 7 Jadi Debutan

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Pabrik Mobil Listrik Proton Beroperasi, e.Mas 7 Jadi Debutan

Proton Mengoperasikan Pabrik Khusus Mobil Listrik


Proton, merek mobil nasional asal Malaysia, telah resmi mengoperasikan pabrik pertama khusus untuk produksi mobil listrik. Fasilitas ini memiliki kapasitas awal sebesar 20 ribu unit per tahun dan dapat ditingkatkan hingga 45 ribu mobil sesuai dengan permintaan pasar. Investasi yang dikeluarkan dalam pengembangan pabrik ini mencapai 17,5 juta USD (sekitar Rp 286 triliun), dengan dukungan dari Zhejiang Geely Holding Group asal Tiongkok.

Geely saat ini memegang 49,9 persen saham Proton, sementara sisa 50,1 persen saham tetap dimiliki oleh DRB-HICOM, konglomerat utama Negeri Jiran. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut pabrik tersebut sebagai bentuk kolaborasi erat antara Malaysia dan Tiongkok. Ia juga meminta Geely agar meningkatkan investasinya di fasilitas tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami ingin Geely memanfaatkan kesempatan ini, tidak hanya mendirikan pabrik untuk memproduksi mobil, tetapi juga pusat pelatihan dan pendidikan yang unggul,” ujar Anwar.

Teknologi Canggih dalam Produksi Mobil Listrik


Di dalam pabriknya, Proton menggabungkan sistem otomatis dengan tenaga operator terampil. Fasilitas ini dilengkapi dengan manipulator ban, lini sub-perakitan, mesin pelapis kaca, serta sistem penguji kelistrikan. Semua itu dibangun berdasarkan rekomendasi teknis dari Geely di pabrik seluas 5,57 hektar yang terletak di Automotive High Tech Valley (AHTV), Tanjung Malim, Perak, Malaysia.

Alur quality control pada fasilitas tersebut diperkuat dengan peralatan inspeksi canggih. Area persiapan komponen khusus digunakan untuk menyederhanakan penanganan komponen. Proton kini telah mempekerjakan 30 staf teknis dan berharap bisa menciptakan lebih dari 200 lapangan pekerjaan ke depannya.

CEO Proton, Dr Li Chunrong, menyebut peluncuran pabrik ini sebagai "tonggak bersejarah" bagi perusahaan dan Malaysia. Pernyataan ini sejalan dengan target pemerintah Negeri Jiran yang ingin menyumbang 20 persen penjualan mobil baru pada 2030 melalui kendaraan listrik dan hybrid.

Produk Pertama Proton di Pabrik Baru


“Fasilitas yang dibangun dengan teknologi canggih dan berfokus pada skalabilitas akan menjadi tulang punggung komitmen kami untuk memproduksi kendaraan listrik kelas dunia. Proton e.MAS 7, yang telah diterima oleh konsumen Malaysia, hanyalah awal dari perjalanan kami menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujar Chunrong.

e.MAS 7 adalah mobil Completely Knocked Down (CKD) pertama yang dirakit dalam pabrik ini. Diikuti oleh e.MAS 5 yang diprediksi meluncur pada kuartal keempat tahun 2025. e.MAS 7 merupakan mobil setrum pertama Proton dan kini menguasai pangsa pasar sebesar 23,4 persen di Malaysia.

Sampai Juli 2025, e.MAS 7 yang diproduksi di China bersama Geely telah dikirimkan sebanyak 4.959 unit. Dengan rincian 4.689 unit dipasarkan di Negeri Jiran dan 270 unit sisanya diekspor ke Nepal, Singapura, Trinidad, serta Tobago.

Penjualan Kendaraan Listrik yang Berkembang Pesat


Model berbasis Galaxy E5 dari Geely ini juga mencatatkan rekor Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sebanyak 1.365 unit di bulan yang sama sejak peluncurannya pada Desember 2024 lalu.

Sebagai informasi, Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA) mencatat penjualan kendaraan listrik dan hybrid terus tumbuh stabil dalam beberapa tahun terakhir. Pada paruh pertama tahun 2025, penjualannya mencapai 30.573 unit. Angka ini naik 35,6 persen dari 22.512 unit pada periode yang sama di tahun 2024.

Sejak tahun 2022, Malaysia membebaskan pajak jalan untuk kendaraan listrik dan akan berakhir tahun ini. Mulai tahun 2026, skema pajak baru berbasis daya akan berlaku dengan tarif lebih murah dari mobil konvensional. MAA memprediksi permintaan kendaraan listrik akan melonjak di akhir tahun 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan