Pabrik Tembaga Berhenti Beroperasi, Freeport Jamin Tidak Ada Pemutusan Hubungan Kerja

admin.aiotrade 10 Des 2025 2 menit 27x dilihat
Pabrik Tembaga Berhenti Beroperasi, Freeport Jamin Tidak Ada Pemutusan Hubungan Kerja

Perkembangan Operasional Smelter Freeport Indonesia

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjamin bahwa seluruh karyawan di pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang berada di kawasan Java Integrated and Industrial Estate (JIIPE) Pulau Jawa, Gresik, Jawa Timur, tetap bekerja hingga operasional kembali pulih pada April 2026. Ia menegaskan bahwa tidak ada tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Meskipun smelter tembaga saat ini belum beroperasi karena tidak ada pasokan konsentrat yang bisa diolah dari tambang mereka, kami memastikan tidak ada karyawan yang diberhentikan," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa jadwal kerja telah diatur ulang dan hanya jumlah tenaga kontraktor yang berkurang, karena belum masuk tahap operasi penuh.

Penghentian sementara produksi disebabkan oleh terputusnya suplai konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Tembagapura, Papua, setelah longsoran lumpur bijih basah terjadi pada 8 September 2025. Akibatnya, tingkat produksi PTFI turun menjadi sekitar 30% atau 65 ribu hingga 70 ribu ton per hari, jauh di bawah kapasitas normal sebesar 200 ribu ton per hari.

Tony menyampaikan bahwa pihaknya perkirakan mulai menambang lagi pada Maret 2026. Jika hal tersebut tercapai, konsentrat dapat dikirim ke smelter pada April, sehingga fasilitas tersebut dapat beroperasi kembali. Selama pasokan belum masuk, tim di Gresik fokus pada pemeliharaan rutin untuk memastikan kesiapan teknis saat smelter beroperasi lagi.

Sebelum pasokan terputus, tingkat kenaikan kapasitas produksi (rate up) smelter telah mencapai 70%-80% dan diperkirakan mencapai 100% jika operasi tidak terhenti. "Heating up, pemeliharaan, dan penetralan area tetap kami lakukan agar ketika konsentrat masuk, smelter bisa langsung dijalankan meski secara bertahap," ujarnya.

Dua tambang PTFI yang lain, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan yang tidak terdampak longsoran, telah kembali beroperasi meski belum mencapai kapasitas penuh. Target pemulihan tambang Grasberg pada Maret-April 2026 disebut menjadi kunci normalisasi pasokan konsentrat dan keberlanjutan operasional smelter.

Kajian Pembelian Konsentrat dari AMNT

PT Freeport Indonesia sedang mengkaji opsi atau potensi untuk membeli konsentrat tembaga yang dihasilkan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk. Selain karena pasokan dari tambang terputus, Amman juga mengalami kondisi kahar di smelter-nya yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pabrik pengolahan ini sempat berhenti beroperasi pada Juli dan Agustus 2025, sehingga hasil tambang mereka diekspor. Untuk menyelesaikan kondisi ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya meminta kedua perusahaan untuk bekerja sama.

“Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, diantaranya aspek teknis, operasional, keekonomian, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” kata VP Corporate Communications Freeport, Katri Krisnati kepada aiotrade.co.id, Jumat (21/11).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan