
Pertanian Mojokerto: Tren Positif di Sektor Hortikultura
Kabupaten Mojokerto tercatat memiliki tren positif dalam sektor hortikultura, dengan tanaman sayuran kembali menjadi komoditas utama pertanian daerah ini. Kecamatan Pacet menjadi wilayah yang menyumbang produksi terbesar.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik kabupaten Mojokerto, sepanjang tahun 2024 sebagian besar komoditas sayuran mengalami peningkatan luas panen dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan dalam kontribusi komoditas juga terlihat jelas.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Cabai rawit tetap menjadi komoditas unggulan dengan luas panen mencapai 3.478,7 hektare, naik dari 3.269 hektare pada 2023. Kenaikan ini memperkuat posisi cabai rawit sebagai tanaman dengan produktivitas tertinggi di Kabupaten Mojokerto.
Di posisi kedua, kangkung juga menunjukkan peningkatan luas panen dari 1.093 hektare pada 2023 menjadi 1.199 hektare pada 2024. Kenaikan stabil ini menandakan permintaan pasar yang terus tumbuh dan kemampuan petani dalam menjaga produktivitas lahan.
Sementara itu, bawang merah berada di urutan ketiga komoditas sayuran terbesar. Meski kontribusinya cukup besar, komoditas ini mengalami penurunan tipis menjadi 545,31 hektare, dari sebelumnya 551 hektare.
Tidak hanya tanaman sayuran, sektor peternakan di Mojokerto juga menunjukkan pergerakan signifikan. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 (ST2023), jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) peternakan mencapai 61.140 unit, menjadikan sektor ini salah satu yang terbesar dibandingkan subsektor pertanian lainnya.
Dari jumlah tersebut, 27,92 persen merupakan UTP ternak sapi dan kerbau, dengan sapi potong menjadi jenis ternak paling banyak diusahakan. Tingginya minat masyarakat terhadap usaha sapi potong disebabkan karena hasilnya dinilai lebih menguntungkan, meskipun membutuhkan modal yang cukup besar.
Perkembangan Sektor Pertanian dan Peternakan
Dengan peningkatan luas panen dan tingginya minat pada peternakan sapi potong, sektor pertanian dan peternakan Mojokerto diprediksi akan terus berkembang. Kecamatan Pacet pun diperkirakan tetap menjadi pusat penggerak utama produksi hortikultura di daerah tersebut.
Beberapa faktor yang mendukung perkembangan ini antara lain:
- Kemudahan akses pasar: Kecamatan Pacet memiliki akses yang baik ke pasar-pasar utama, sehingga memudahkan petani dalam menjual hasil panen.
- Ketersediaan sumber daya air: Daerah ini memiliki sumber daya air yang cukup untuk mendukung aktivitas pertanian.
- Pengelolaan lahan yang optimal: Petani di wilayah ini telah menerapkan teknik pengelolaan lahan yang efisien dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah setempat juga telah melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pengusaha pertanian. Beberapa program yang diluncurkan antara lain:
- Pelatihan teknis pertanian: Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani tentang cara bertani yang lebih efektif.
- Pengadaan alat dan bahan pertanian: Menyediakan alat dan bahan pertanian yang berkualitas dan terjangkau bagi petani.
- Peningkatan infrastruktur: Memperbaiki jalan dan sistem irigasi untuk mendukung aktivitas pertanian.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.