
Pemkab Badung Terus Optimalkan Potensi Pajak Meski Target PAD Tidak Tercapai
Meski target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung pada tahun 2025 terancam tidak tercapai, pemerintah setempat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tetap berupaya memaksimalkan potensi pajak baru. Hal ini dilakukan mengingat perubahan APBD 2025 sudah disahkan dan tidak mungkin diubah kembali.
Kepala Bapenda Badung, Ni Putu Sukarini, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa meskipun angka PAD jauh dari target, besaran PAD tidak bisa diubah lagi. Ia menegaskan bahwa anggaran perubahan APBD sudah ditetapkan dan tidak dapat diubah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, ia menyebutkan bahwa kemungkinan besar akan ada penyesuaian besaran PAD pada tahun 2026 mendatang. "Mungkin tahun depan akan disesuaikan lagi," ujarnya singkat.
Proses Validasi Potensi Pajak Baru
Dalam upaya memaksimalkan PAD, Bapenda Badung terus melakukan validasi terhadap potensi pajak baru. Kepala Bidang Data dan Teknologi Informasi (TI) Bapenda Badung, I Made Deddy Sandrawan, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan validasi dengan melibatkan puluhan pegawai lintas bidang.
Tujuan dari validasi ini adalah untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan menyeluruh. Menurut Deddy Sandrawan, proses validasi di lapangan membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi. Rata-rata, tim memerlukan sekitar 15 menit untuk mendata satu potensi pajak.
"Kesulitan di lapangan adalah menemui langsung pemilik usaha, belum lagi setiap potensi pajak menghabiskan waktu 15 menit," kata Deddy Sandrawan. Ia juga menyebutkan bahwa masih terdapat 10.635 potensi pajak yang belum divalidasi.
Realisasi PAD yang Masih Jauh dari Target
Seperti diketahui, realisasi pendapatan baru pada bulan Oktober mencapai Rp5,76 triliun atau sekitar 61,91 persen dari target sebesar Rp9,30 triliun. Dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan, capaian tersebut dinilai sulit menembus angka target hingga akhir tahun.
Meski jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan, anggota Komisi III DPRD Badung, Nyoman Satria, memandang perlunya langkah cepat dan tegas dari seluruh perangkat daerah (OPD).
Ia meminta agar setiap OPD segera melakukan efisiensi dan pengencangan ikat pinggang untuk menyesuaikan dengan kondisi riil penerimaan pajak yang melambat. Hal itu pun dikatakan Satria saat ditemui Kamis 23 Oktober 2025.
Pihaknya mengakui laporan yang dia terima menyebutkan bahwa PAD Badung baru tercapai Rp5 triliun lebih sampai tanggal 30 September 2025 dari target Rp9 triliun.
"Semua ini apakah bisakah tercapai? Kalau Rp1 triliun per bulan mungkin bisa. Tapi kalaupun tidak, kami sudah memberikan masukan kepada TAPD melalui Pak Sekda selaku Ketua TAPD, agar seluruh perangkat daerah segera melakukan pengencangan ikat pinggang," ujar Nyoman Satria.