Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keenam dengan Skor 163, Delhi 1111

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keenam dengan Skor 163, Delhi 1111


Jakarta, JAKARTA — Kualitas udara di Jakarta pada hari Selasa (21/10/2025) pagi menunjukkan kondisi yang tidak sehat. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 163. Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat dengan tingkat polusi udara PM2.5 sebesar 71,5 mikrogram per meter kubik.

Kondisi ini berdampak negatif terhadap kelompok sensitif seperti manusia atau hewan yang rentan terhadap polusi, serta dapat merusak tumbuhan dan mengurangi nilai estetika lingkungan. Situs tersebut merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika harus berada di luar ruangan, penggunaan masker sangat dianjurkan. Selain itu, menutup jendela juga menjadi langkah penting untuk mencegah masuknya udara kotor ke dalam ruangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam penjelasannya, IQAir membagi kualitas udara menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat dampaknya:

  • Baik: Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek buruk bagi kesehatan manusia, hewan, maupun lingkungan. Rentang PM2.5 adalah 0–50.
  • Sedang: Kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi bisa memengaruhi tumbuhan sensitif dan nilai estetika. Rentang PM2.5 adalah 51–100.
  • Tidak Sehat: Kualitas udara yang berpotensi merugikan kesehatan kelompok sensitif. Rentang PM2.5 adalah 101–150.
  • Sangat Tidak Sehat: Kualitas udara yang berisiko merusak kesehatan populasi tertentu yang terpapar. Rentang PM2.5 adalah 200–299.
  • Berbahaya: Kualitas udara yang secara umum berpotensi merusak kesehatan secara serius. Rentang PM2.5 adalah 300–500.

Di tingkat dunia, Jakarta menduduki peringkat keenam sebagai kota dengan kualitas udara terburuk. Kota-kota dengan kualitas udara terburuk di dunia antara lain:

  1. Delhi (India) dengan skor 1111
  2. Lahore (Pakistan) dengan skor 254
  3. Kolkata (India) dengan skor 213
  4. Mumbai (India) dengan skor 187
  5. Tashkent (Uzbekistan) dengan skor 150

Untuk meningkatkan pemantauan kualitas udara di Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi. Platform ini didukung oleh 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di wilayah kota metropolitan Jakarta.

Data dari SPKU tersebut kemudian ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Inisiatif ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pemantauan yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar nasional. Laman ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta, termasuk data yang berasal dari DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.


Dengan adanya platform ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi terkini tentang kualitas udara di Jakarta. Hal ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan