
Gubernur Lampung Buka Ruang Dialog dengan Dunia Usaha
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha melalui acara Coffee Morning di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Jumat, 7 November 2025. Acara ini bertujuan sebagai wadah komunikasi yang hangat dan terbuka, bukan sekadar formalitas, tetapi juga sebagai percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Gubernur Mirza menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa dunia usaha adalah lokomotif ekonomi, sementara birokrasi harus menjadi mesin pendorong di belakangnya. Dalam delapan bulan terakhir, Pemprov Lampung fokus melakukan pembenahan birokrasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Fokus Utama Pembangunan Ekonomi Daerah
Gubernur Mirza menekankan tiga fokus utama pembangunan ekonomi daerah: meningkatkan daya saing daerah dan dunia usaha, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkeadilan. SDM, menurutnya, adalah kunci utama daya saing. Lampung berada di peringkat 26 nasional dalam kualitas SDM. Dengan 71% penduduk usia produktif, ia ingin memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi untuk menunjang dunia usaha.
Secara ekonomi, Lampung kini menempati posisi keempat tertinggi di Sumatera berdasarkan PDRB, dengan sektor pertanian sebagai penyumbang utama sebesar Rp150 triliun. Gubernur Mirza menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian agar nilai tambah dinikmati di Lampung, termasuk pengolahan singkong, gula, kopi, jagung, dan pisang. Beberapa komoditas unggulan Lampung antara lain padi (Rp19 triliun), jagung (Rp15 triliun), ubi kayu (Rp10 triliun), pisang (Rp25 triliun), dan kopi (Rp8,4 triliun).
Investasi Infrastruktur dan Program Khusus
Pemprov Lampung juga menyiapkan anggaran hingga Rp4,8 triliun hingga 2029 untuk perbaikan infrastruktur, khususnya jalur distribusi komoditas pertanian, serta program pembangunan dryer dan penguatan BUMDes produktif melalui program Desaku Maju, yang kini sedang dijalankan di 24 desa.
Kebijakan ekonomi nasional mendorong kenaikan harga gabah dan jagung yang berdampak positif, dengan sekitar Rp9 triliun berpindah ke desa setiap tahun. Ini menunjukkan ekonomi mulai bergerak dari bawah, bukan lagi trickle down.
Pengembangan Kawasan Industri dan Logistik
Di sektor jangka menengah, Pemprov Lampung mendorong pengembangan kawasan industri, pelabuhan logistik baru, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, dan pembangunan ekstensi tol Lematang–Panjang mulai Mei 2026 untuk memperkuat konektivitas ekonomi.
Visi Masa Depan
Menutup acara, Gubernur Mirza menegaskan visi menjadikan Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian barat Indonesia seiring pergeseran jalur perdagangan global melalui ALKI I. Ia juga mengajak dunia usaha mendukung peningkatan kualitas pendidikan menengah dan pelatihan vokasi di Lampung, karena SDM unggul menjadi modal utama pertumbuhan ekonomi.
Saat ini hanya sekitar 21% lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi, sebagian masih membutuhkan pembelajaran remedial. Dukungan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan vokasi.