Pameran 'Petak Umpet Sastra Anak' Bangkitkan Kembali Kejayaan Novel Anak Indonesia

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 30x dilihat
Pameran 'Petak Umpet Sastra Anak' Bangkitkan Kembali Kejayaan Novel Anak Indonesia
Pameran 'Petak Umpet Sastra Anak' Bangkitkan Kembali Kejayaan Novel Anak Indonesia

Pameran Petak Umpet Sastra Anak: Menggali Jejak Keemasan Karya Anak Indonesia

Pameran Arsip dan Ilustrasi bertajuk “Petak Umpet Sastra Anak” digelar sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan sastra anak Indonesia. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Penerbit KPG, Museum Anak Bajang, dan Bentara Budaya. Pameran berlangsung dari tanggal 7 hingga 16 November 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta.

Pameran ini terinspirasi dari peringatan satu tahun wafatnya Dwianto Setyawan, seorang penulis buku anak yang sangat produktif pada era 1970–1980-an. Tujuan utama pameran adalah menjadi ruang refleksi untuk mengembalikan perhatian publik terhadap karya-karya penulis Indonesia, khususnya novel anak kategori middle grade yang berkembang sejak 1974 hingga sekarang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain menampilkan arsip dan ilustrasi, acara ini juga menyediakan berbagai aktivitas seperti diskusi sastra, permainan anak, pertunjukan seni, pojok baca, serta bazar buku. Dengan berbagai kegiatan ini, pameran berharap dapat membangkitkan minat generasi muda terhadap sastra anak Indonesia.

Masa Keemasan Sastra Anak Indonesia

Sastra anak Indonesia pernah mengalami masa keemasan pada tahun 1970-an. Di masa itu, muncul sejumlah nama besar seperti Dwianto Setyawan, Djokolelono, Arswendo Atmowiloto, Bung Smas, dan Kembangmanggis. Namun, seiring waktu, karya sastra anak dan para pengarangnya semakin jarang dibicarakan, bahkan sebagian terlupakan.

Padahal, akar sastra anak di Indonesia sudah muncul bersamaan dengan sastra dewasa. Salah satu contoh awalnya adalah karya Si Jamin dan Si Johan karya saduran Merari Siregar yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1921.

Melalui pameran Petak Umpet Sastra Anak, penyelenggara berharap publik dapat kembali menelusuri jejak sastra anak Indonesia. Pameran ini tidak bermaksud menentukan batas antara “sastra” dan “bukan sastra” dalam buku anak, melainkan menjadi wadah diskusi lintas generasi mengenai karya klasik anak dan pentingnya pelestariannya.

Dalam pernyataannya, Dwianto Setyawan pernah menyebutkan bahwa “Di balik kehadiran sebagian besar buku untuk anak-anak adalah sebuah tim yang terdiri dari penulis, ilustrator, dan editor. Buku untuk orang dewasa akan berhadapan dengan seorang pembaca, tetapi buku untuk anak-anak akan dihadapkan kepada pembaca yang terdiri dari beberapa kategori: anak-anak sendiri, orangtua mereka, guru, dan pustakawan.”

Penerbit dan Ilustrator Bahu-Membahu

Sebelum pameran ini digelar, Penerbit KPG bersama pengamat sastra Setyaningsih dan ilustrator Nai Rinaket telah memulai langkah awal dengan menerbitkan kembali karya Dwianto Setyawan dan Djokolelono dalam seri Klasik Semasa Kecil. Hingga kini, total ada 15 judul novel dan satu buku esai yang dirilis sejalan dengan tema pameran.

Karya Djokolelono yang diterbitkan ulang antara lain Terlontar ke Masa Silam, Pak Gangsir Juru Ramal Istana, Genderang Perang dari Wamena, Rahasia di Balik Lukisan, Astrid dan Bandit, serta Astrid Rumah Pohon. Sementara seri karya Dwianto Setyawan mencakup Si Rejeki, Tanah Sang Raksasa, dan sejumlah kisah Sersan Grung-Grung.

“Setelah buku-bukunya ada lagi, langkah selanjutnya adalah membuat buku-buku tersebut menjadi bahan pembicaraan. Jadilah Pameran Petak Umpet Sastra Anak ini,” ujar salah satu inisiator kegiatan.

Pameran ini diharapkan dapat membangkitkan semangat membaca dan mencipta karya sastra anak karya penulis Indonesia kembali tumbuh di hati generasi muda. Dengan adanya pameran ini, diharapkan karya-karya sastra anak yang sempat terlupakan bisa kembali dikenang dan dihargai oleh masyarakat.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan