Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Akibat Tindakan AS

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Akibat Tindakan AS

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tindakan Responsif terhadap Blokade AS

Pada hari Sabtu (18/4), militer Iran mengumumkan bahwa mereka kembali menutup Selat Hormuz, jalur vital yang digunakan oleh sekitar 20 persen pasokan minyak global. Penutupan ini terjadi beberapa jam setelah jalur tersebut sempat dibuka kembali. Langkah ini dianggap sebagai respons langsung dari pihak Iran terhadap blokade berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam pernyataannya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut tindakan blokade AS sebagai "pembajakan dan pencurian maritim". Mereka juga menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz kini berada dalam pengawasan dan kontrol ketat angkatan bersenjata Iran. IRGC menyatakan bahwa status selat akan tetap dikendalikan secara ketat hingga AS memulihkan kebebasan penuh navigasi bagi kapal-kapal yang berangkat dari Iran menuju tujuan mereka dan kembali.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa kapal cepat Iran melepaskan tembakan ke arah kapal dagang yang mencoba melintas. Penutupan ini terjadi tidak lama setelah lebih dari selusin kapal komersial berhasil melintasi Selat Hormuz, menyusul kesepakatan gencatan senjata 10 hari yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon.

Data hingga siang hari menunjukkan bahwa setidaknya delapan kapal tanker minyak dan gas berhasil melintasi selat tersebut. Namun, jumlah yang hampir sama dilaporkan memilih untuk berbalik arah saat mencoba keluar dari Teluk, menurut laporan AFP.

Situasi yang terus berubah ini memicu keraguan terhadap optimisme Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran sudah "sangat dekat". Trump sebelumnya menyambut pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4), namun juga memperingatkan bahwa serangan AS bisa kembali dilanjutkan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, termasuk terkait program nuklirnya.

Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, kata Trump kepada wartawan di Air Force One terkait gencatan senjata sementara. Jadi akan ada blokade, dan sayangnya kami harus mulai menjatuhkan bom lagi. Saat ditanya kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu singkat, Trump menjawab, Saya pikir itu akan terjadi.

Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa belum ada jadwal baru untuk putaran negosiasi damai, sembari menuding AS telah mengkhianati jalur diplomasi dalam setiap perundingan. Ketidakpastian terkait status Selat Hormuz kini membuat banyak kapal enggan melintas. Pakar pelayaran dari Texas A&M University, John-Paul Rodrigue, mengatakan situasi di lapangan masih membingungkan.

Kapal-kapal memang mencoba melintas sejak pengumuman itu, tetapi banyak yang akhirnya berbalik arah karena situasinya tidak jelas, ujarnya. Ada informasi yang saling bertentangan dari semua pihak," lanjutnya.

Sementara itu, laporan dari Teheran menyebut ketidakpastian menjadi faktor utama dalam perkembangan situasi saat ini. Iran menginginkan akhir menyeluruh dari konflik di kawasan, jaminan keamanan, pencabutan sanksi, pembukaan aset yang dibekukan, hingga normalisasi hubungan regional, ditambah isu program nuklir dan stok uranium yang diperkaya tinggi.