Pandangan Kosong Ayah Korban Kecelakaan Maut di Batam, Bosaria: Anak Saya Tak Pernah Kembali

admin.aiotrade 20 Okt 2025 6 menit 12x dilihat
Pandangan Kosong Ayah Korban Kecelakaan Maut di Batam, Bosaria: Anak Saya Tak Pernah Kembali
Pandangan Kosong Ayah Korban Kecelakaan Maut di Batam, Bosaria: Anak Saya Tak Pernah Kembali

Duka yang Menyelimuti Keluarga di Batam

Di sebuah rumah kontrakan sederhana di Kaveling Bukit Makmur Blok B C RT 001/RW 013, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), duka masih terasa. Rumah itu adalah tempat tinggal Ahmad Sathoni (17), seorang pelajar kelas XI SMAN 14 Batam yang tewas dalam kecelakaan maut di Batam.

Sejak Sabtu (18/10/2025), suasana di rumah itu berubah. Suara dan kehadiran Ahmad yang biasanya terdengar setiap hari kini telah hilang. Pada pukul 23.00 WIB, saat mengendarai sepeda motor matik dekat Puskesmas Tanjung Sengkuang, ia bertabrakan dengan mobil dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di balik pintu rumah itu, Bosaria (60), ayah dari Ahmad, duduk termenung. Tatapannya kosong, menatap pohon di depan rumah yang kini menjadi saksi bisu kesedihannya. Sejak kejadian tersebut, hidup Bosaria berubah. Rasa sesak di dadanya belum juga surut, bahkan ia masih sulit percaya bahwa anaknya yang selalu menyapanya dengan senyum pagi-pagi kini telah tiada.

"Sampai hari ini, sejak kejadian, tak ada sedikit pun niat baik dari pelaku yang menabrak," ucapnya pelan kepada aiotrade, Senin (20/10/2025). Suara itu lirih, nyaris tenggelam oleh isak tangis dari dalam rumah.

Di ruang tamu, sang istri hanya bisa terbaring. Sesekali tubuhnya bergetar menahan tangis, kadang pingsan karena tak sanggup menghadapi kenyataan pahit, anak bungsunya meninggal secara tragis.

"Saya cuma minta tanggung jawab pelaku. Anak saya sudah nggak bisa kembali, tapi setidaknya ada niat baik," ujar Bosaria sambil menatap langit sore yang mulai memerah.

Sore itu, angin bertiup pelan di Bukit Makmur. Suaranya seperti membawa pesan sunyi dari seorang ayah tentang kehilangan. Ahmad adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Di halaman rumah, tenda biru masih berdiri. Sejumlah kursi plastik masih tersusun rapi. Di teras rumah, cucu-cucu Bosaria tampak bermain tanpa suara. Beberapa anak yang sudah berumah tangga ikut berkumpul, mencoba menenangkan sang ayah yang terus menatap kosong ke depan.

"Ayah mertua masih terpukul," ujar menantu laki-lakinya singkat. Tak ada kalimat yang terucap dari sang ayah, apalagi sang ibu. Seorang anggota keluarga meminta agar ayah dan ibu korban diberi waktu larut dalam kesedihan.

"Ayah sama ibu belum bisa banyak ditanya-tanya," ujarnya singkat.

Menurut cerita keluarga, malam itu Ahmad sempat dilarang orang tuanya pergi bermain. Namun seorang teman datang menjemputnya. Ahmad pun akhirnya berangkat. Tak lama kemudian, kabar duka itu datang. Sebelum kejadian, Ahmad sempat merasa tak enak badan. "Dia sempat muntah-muntah sore itu, katanya perutnya nggak enak. Mungkin itu firasatnya," ujarnya pelan.

Kronologis Kecelakaan

Kecelakaan maut terjadi dekat Puskesmas Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Kepri, Sabtu (18/10) sekira pukul 23.00 WIB. Korban bernama Ahmad Sathoni (17), pelajar kelas XI SMAN 14 Batam. Ia berada di atas motor Honda Beat biru dengan nomor polisi BP 2705 EI saat kecelakaan. Bertabrakan dengan mobil truk berwarna hijau kuning bernomor polisi BP 9736 EY yang dikemudikan oleh Ad (44). Korban diketahui tewas di lokasi kejadian.

Muncul narasi sopir truk sempat kabur, hingga diamankan warga sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi membantah bukan tabrak lari, sudah olah TKP.

Percakapan Terakhir Korban

"Bu, mulai minggu depan saya nggak ngontrol kebersihan lagi, ya," ucap Wakil Kepala Sekolah IV Bidang Humas SMAN 14 Batam, Dian Evi Wahyuningsih dengan mata berkaca-kaca, Senin (20/10/2025). Dian menirukan ucapan Ahmad Sathoni (17), pelajar kelas XI Soshum 1, korban kecelakaan maut di Batam pada Sabtu (18/10/2025) sekira pukul 23.00 WIB. Percakapan itu terjadi pada Jumat (17/10), sehari sebelum peristiwa itu terjadi saat Ahmad masih berada di sekolah.

Ia sempat mengira jika anak itu hanya bercanda serta mau fokus belajar. Ternyata, itu percakapan Ahmad Sathoni dengannya untuk terakhir kali. "Dia datang ke saya dan bilang itu. Setelah tahu kejadian itu, kalimat itu rasanya seperti pesan terakhir," tutur Dian kepada aiotrade saat ditemui di sekolah.

Ahmad merupakan koordinator kebersihan kelas. Ia dikenal sebagai siswa yang rajin, sopan, dan bertanggung jawab. "Dia anak yang sangat baik, santun, nggak pernah buat masalah. Semua guru di sini mengenalnya sebagai anak yang sopan dan ringan tangan," lanjut Dian.

Namun ia tak menyangka, tak sedikit pun firasat yang dirasakan. Tidak hanya Dian, kursi di kelas XI 1 Soshum SMAN 14 Batam tampak kosong. Kursi itu biasanya duduk Ahmad Sathoni (17), korban kecelakaan maut di Batam pada Sabtu (18/10) sekira pukul 23.00 WIB. Seisi ruangan kelas itu masih berduka atas kepergian Ahmad Sathoni yang dikenal supel dalam bergaul.

Fajar salah satunya. Teman sekelas korban kecelakaan maut di Batam ini menyebut korban sebagai 'Ketua' saat bermain. "Ahmad, sahabat kami. Dia ketua kami. Kami sangat sedih. Tapi Tuhan lebih sayang dia," ungkap Fajar lesu kepada aiotrade, Senin (20/10/2025). Fajar bahkan menganggap Ahmad Sathoni bagai saudara.

Selain teman sekelas, korban lakalantas di Batam itu juga teman bermainnya di luar jam sekolah. Hampir setiap hari mereka habiskan untuk bermain. Bahkan, dalam dunia game olahraga e-sport korban memiliki prestasi. Ia pernah juara membawa nama sekolah. Kini, cerita itu tinggal kenangan.

Kata Polisi

Polisi mengungkap kronologis kecelakaan maut di Batam yang merenggut nyawa seorang pelajar SMAN 14 Batam pada Sabtu (18/10) sekira pukul 23.00 WIB. Ahmad Sathoni (17) pelajar kelas XI Soshum 1 meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Batam depan Puskesmas Tanjung Sengkuang itu.

Korban kecelakaan maut di Batam dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Beat biru dengan nomor polisi BP 2705 EI yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil truk berwarna hijau kuning bernomor polisi BP 9736 EY yang dikemudikan oleh AD (44).

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol. Afiditya Arief Wibowo, S.I.K., M.H melalui Kasubnit Gakkum, Iptu Victor Hutahean menegaskan jika kejadian itu bukan tabrak lari seperti yang banyak beredar. "Bukan tabrak lari. Personel sudah turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Barang bukti yang terlibat dalam lakalantas sudah kita amankan. Lebih lanjut masih dalam proses penyelidikan," ungkapnya, Senin (20/10/2025).

Kecelakaan di Batam itu terjadi di Jalan Tamalatea, dekat Puskesmas Tanjung Sengkuang. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, truk yang dikemudikan AD datang dari arah Batu Ampar menuju Sengkuang. Saat melintas di depan Puskesmas Sengkuang, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Beat warna biru dengan nomor polisi BP 2705 EI yang dikendarai korban Ahmad Sathoni. Benturan keras pun tak terhindarkan, hal itu membuat korban terjatuh dan mengalami luka parah di bagian kepala.

"Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk keperluan visum," lanjutnya. Atas kejadian itu, pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Namun, dari pemeriksaan awal, kuat dugaan bahwa kelalaian dan kurangnya kewaspadaan saat melintas di jalur dua arah tanpa pembatas menjadi faktor utama.

"Kami akan memeriksa lebih lanjut terhadap sopir truk dan sejumlah saksi di lokasi. Kendaraan yang terlibat sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan," sebutnya.




Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan