Panduan Investor: Saham Emiten yang Buyback Jelang Akhir Tahun 2025

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Panduan Investor: Saham Emiten yang Buyback Jelang Akhir Tahun 2025


JAKARTA – Menjelang akhir tahun 2025, sejumlah perusahaan tercatat semakin gencar melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menstabilkan harga saham dari emiten yang bersangkutan. Beberapa perusahaan telah merencanakan kebijakan buyback dengan berbagai nilai nominal dan periode pelaksanaan.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) misalnya, merencanakan pembelian kembali saham dengan nilai nominal maksimum sebesar Rp 250 miliar. Periode buyback ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 15 Maret 2026. Selain itu, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) juga akan melakukan buyback saham dengan anggaran maksimum sebesar Rp 7 miliar. Periode pelaksanaannya berlangsung dari 12 Desember 2025 hingga 12 Maret 2026. Jumlah nominal saham yang dibeli oleh GEMA bergantung pada harga saham di bursa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah memasuki masa buyback saham sejak 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026. Namun, DEWA mengumumkan bahwa alokasi dana buyback saham mereka dikurangi dari sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun menjadi Rp 950 miliar. Di sisi lain, PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) juga merencanakan aksi buyback dengan anggaran sebesar Rp 140 miliar. Periode pelaksanaannya berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026.

Tidak hanya itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga merencanakan buyback saham dengan alokasi dana sebesar Rp 1,5 triliun. Proses pembelian kembali saham AMRT telah dimulai sejak 8 Desember 2025 dan akan berlanjut hingga 6 Maret 2026.

Faktor-Faktor yang Mendorong Aksi Buyback

Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang melatarbelakangi aksi buyback saham oleh sejumlah emiten akhir-akhir ini. Pertama, valuasi saham yang dinilai terlalu rendah oleh pihak manajemen emiten. Kedua, ketersediaan kas internal yang cukup dari pihak emiten.

Ekky menambahkan bahwa meskipun IHSG sudah beberapa kali mencetak level tinggi, masih terdapat saham-saham tertentu yang belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan prospek jangka menengah atau panjang perusahaan. Oleh karena itu, buyback menjadi instrumen strategis untuk memberikan sinyal kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik emiten, sekaligus membantu menstabilkan pergerakan harga saham di pasar.

Selain itu, aksi buyback juga menjadi indikator kondisi neraca emiten yang relatif sehat. Dengan ruang kas yang cukup, emiten dapat mengalokasikan dana ke aktivitas non-operasional tanpa mengganggu likuiditas utama perusahaan.

Prediksi dan Rekomendasi Investor

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus menyampaikan bahwa harga saham yang dibeli kembali oleh emiten memiliki potensi naik, terutama jika didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat dan analisis teknikal yang menunjukkan sinyal positif. Dalam kondisi tersebut, aksi buyback sering diikuti oleh pelaku pasar dan investor lain, sehingga memperkuat tren kenaikan harga saham.

Nico memperkirakan bahwa tren aksi buyback saham oleh emiten di bursa akan bergantung pada kondisi makroekonomi nasional. Jika pertumbuhan ekonomi nasional stabil atau bahkan terakselerasi, maka kebutuhan emiten untuk melakukan buyback diperkirakan akan lebih minim. Namun, potensi aksi buyback tetap bergantung pada kebijakan strategis masing-masing emiten.

Untuk investor yang ingin mengincar emiten yang sedang aktif melakukan buyback, Nico menyarankan agar selalu memperhatikan fundamental emiten dan potensi valuasi saham di masa depan. Investor perlu mengombinasikan analisis fundamental dan teknikal agar terhindar dari risiko membeli saham di harga yang sudah terlalu tinggi.

Emenit yang Menarik untuk Diperhatikan

Ekky menyebut bahwa dari sekian emiten yang belakangan ini menggelar aksi buyback, KLBF, DEWA, dan AMRT dianggap relatif menarik untuk dicermati oleh investor. Hal ini karena buyback pada emiten-emiten tersebut dilaksanakan di tengah fundamental yang masih stabil dan model bisnis yang cenderung defensif, sehingga lebih sesuai bagi investor dengan horizon jangka menengah hingga panjang.

Ekky menargetkan harga saham KLBF berpotensi mengarah ke kisaran Rp 1.500 per saham–Rp 1.600 per saham, kemudian saham AMRT bergerak ke area Rp 2.300 per saham–Rp 2.400 per saham, dan DEWA berpeluang menuju level Rp 800 per saham.

KLBF Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan