
Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu 26 Oktober 2025
Panduan tata perayaan ekaristi hari Minggu ini disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, untuk Masa Biasa pekan XXX tahun C dengan warna liturgi hijau. Teks panduan ini dirancang untuk membantu umat dalam merayakan ibadah secara khusyuk dan penuh iman.
01. Tanda Salib dan Salam
P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
02. Kata Pembuka
P: Hari ini kita merayakan Minggu Ketigapuluh dalam Masa Biasa. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk merenungkan kebaikan Tuhan yang memperhatikan orang-orang kecil dan yang berharap kepada-Nya. Kitab Sirakh dalam bacaan pertama mengatakan dengan jelas bahwa Tuhan mendengar jeritan doa orang yang susah. “Jeritan yatim piatu tidak diabaikan-Nya, ataupun jeritan janda yang mencurahkan permohonannya”.
Rasul Paulus dalam bacaan kedua menyadari bahwa Tuhan selalu bersama-Nya sehingga ia bisa bertahan dalam setiap penderitaan. Di masa akhir hidupnya, ia tahu bahwa ia telah mencapai garis akhir perjuangan. Mahkota perjuangannya telah menantinya di surga, dianugerahkan Tuhan kepadanya. Ia pun mengharapkan agar kita semua juga bertahan dalam iman kita. Dalam bacaan Injil, kita diajak untuk tidak sombong. Melalui perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai yang berdoa, kita diharapkan untuk tetap rendah hati dalam hidup kita. Seperti pemungut cukai, kita hendaknya mengakui kesalahan kita dan memohonkan rahmat Tuhan untuk bisa bangkit membangun hidup yang lebih baik. [hening sejenak]
03. Tobat dan Permohonan Ampun
P: Marilah kita mengakui bahwa kita berdosa terutama karena kita meragukan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kita mohon pengampunan agar hati kita menjadi layak untuk perayaan Sabda ini.
U: Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: (dengan tangan terkatup) Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita.
U: Amin.
04. Menyanyikan Lagu Kemuliaan
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini]
P: Kemuliaan kepada Allah di surga
U: dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P: Kami memuji Dikau,
U: Kami meluhurkan Dikau.
P: Kami menyembah Dikau,
U: Kami memuliakan Dikau.
P: Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U: Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P: Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U: Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P: Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U: Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P: Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U: Karena hanya Engkaulah kudus.
P: Hanya Engkaulah Tuhan.
U: Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P: bersama dengan Roh Kudus,
U: dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
05. Doa Pembuka
P: Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Allah yang kekal dan kuasa, kami bersyukur atas karya agung keselamatan atas diri kami yang terjadi dalam dan melalui Yesus Kristus, Putra-Mu. Semoga kami selalu membaharui diri kami dan mendekatkan diri kami kepada-Mu agar kami dapat menciptakan Kerajaan-Mu di dunia ini dan turut serta dalam kebahagiaan kekal bersama-Mu kelak. Demi Kristus, Tuhan kami dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U: Amin.
06. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
P: Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
07. Bacaan Pertama (Sir. 35:12-14,16-18)
L: Bacaan dari Kitab Sirakh
Tuhan adalah Hakim, yang tidak memihak. Ia tidak memihak dalam perkara orang miskin, tetapi doa orang yang terjepit didengarkan-Nya. Jeritan yatim piatu tidak diabaikan-Nya, ataupun jeritan janda yang mencurahkan permohonannya. Tuhan berke nan kepada siapa yang dengan sebulat hati berbakti kepada-Nya, dan doanya naik sampai ke awan. Doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sampai mencapai tujuannya. Ia tidak berhenti hingga Yang Mahatinggi memandang nya, dan memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan pengadilan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
08. Mendaraskan Mazmur Tanggapan
Refren (Mzm. 34:7a)
Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.
Mzm. 34:2-3,17-18,19,23
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. (Refren)
Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. (Refren)
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu. TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman. (Refren)
09. Bacaan Kedua (2Tim. 4:6-8,16-18)
L: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius.
Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah meme lihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mah kota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak se orangpun yang membantu aku, semuanyamening galkan aku kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka, tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantara anku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
10. Alleluia (2Kor. 5:19)
P: Alleluia
U: Alleluia
P: Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri Nya, * dan mempercayakan bereita pendamaian itu kepada kami.
U: Alleluia
11. Injil (Luk. 18:9-14)
P: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Lukas.
Kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala peng hasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
12. Renungan Singkat
Kita barusan mendengarkan Injil yang berbicara tentang kerendahan hati. Yesus menjelaskannya dengan memakai perumpamaan dengan dua tokoh yang dihadirkan yaitu orang Farisi dan Pemungut Cukai. Pertama, Orang Farisi adalah kelompok orang yang berusaha untuk menjalankan Hukum Taurat secara utuh dan sempurna. Mereka menjalankannya dengan konsekuen. Mereka juga berusaha untuk meminta orang lain untuk menjalankan Hukum Taurat dengan setia. Tidak jarang mereka bentrok dengan Yesus, karena Yesus lebih mengutamakan inti dari Hukum Taurat yaitu cinta kasih dan bukan pelaksanaan buta atas hukum. Karena itu, kita dapa mengerti bahwa ketika berada di hadapan Tuhan, orang Farisi itu melaporkan aktivitas rohaninya. Ia menghitung semua kegiatan yang dilaku kannya. Semuanya berjalan sempurna. Berdoa dengan setia, amal dengan baik, dan berpuasa dengan tetap. Namun, Yesus mengecam sikapnya ini. Yang dipersoalkan bukanlah ketaatan terhadap hukum tetapi kesombongannya. Dia membanding bandingkannya dengan perampok,pezinah, pemungut cukai dan sebagainya. Dari sini kita belajar untuk bersikap rendah hati. Kita melaksanakan kegiatan rohani kita bukan pertama tama untuk menciptakan perlombaan dengan sesama. Kita melakukannya karena kecintaan kita kepada Tuhan. Kegiatan rohani itu dimaksudkan untuk mendekatkan kita dengan sesama dan dengan Tuhan. Kesombongan rohani akan membuat orang lain jauh dari Tuhan dan sesama. Kedua, Pemungut cukai adalah orang yang bertugas memungut pajak untuk pemerintahan Roma. Kelom pok ini dianggap sebagai pendosa dan pengkhianat karena ia dianggap bekerja untuk para penjajah. Ia tidak digaji oleh Roma. Ia hanya bisa memperoleh untung dari kelebihan pemungutan pajak. Karena itu, mereka juga dianggap sebagai perampok. Mereka dipandang rendah. Inilah yang melatarbelakangi pemungut cukai untuk berdiri jauh-jauh. Ia merasa tidak layak di hadapan Tuhan karena ia berdosa. Doanya juga mengung kapkan penyesalan dan memohonkan ampun berlimpah. Doa ini berangkat dari kedalaman hati yang menyadari kedosaan dan ketaklayakan hidup di hadapan Tuhan. Ia tahu, hanya Tuhan yang bisa menolongnya. Dari kisah pemungut cukai ini kita belajar untuk selalu membaharui diri kita dan memohonkan pengam punan dari Tuhan. Kita tidak bisa membenarkan diri kita di hadapan Tuhan, karena kita manusia berdosa. Pengampunan akan diperoleh kalau orang mengakui kesalahannya dan memohonkan pengampunan. Tuhan tahu isi hati dan tingkah laku kita. Kita tidak perlu menyembunyikan dosa kita daripada-Nya. Yang bisa kita buat adalah dengan rendah hati mengakui kita bersalah dan memohonkan pengam punan daripada-Nya. SIkap ini juga akan membantu kita mengevaluasi hidup kita dan membangun hidup yang lebih baik. Semoga Tuhan membantu kita membangun hidup yang semakin baik.
13. Hening
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
14. Doa Penutup
P: Marilah kita berdoa, Ya Tuhan, kami telah merenungkan bersama Sabda-Mu yang menjadi tuntunan hidup kami. Semoga kami sanggup untuk saling menolong agar hiduplah Sabda-Mu di tengah-tengah kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin
15. Mohon Berkat Tuhan
P: Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U: Amin.
P: Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U: Syukur kepada Allah.
16. Pengutusan
P: Marilah pergi, kita diutus
U: Amin.
Lagu Penutup (Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).