Pangeran Johor Marah, FIFA Hukum Malaysia karena Laporan dari Vietnam

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Pangeran Johor Marah, FIFA Hukum Malaysia karena Laporan dari Vietnam
Pangeran Johor Marah, FIFA Hukum Malaysia karena Laporan dari Vietnam

Pernyataan Tunku Ismail Sultan Ibrahim Mengenai Sanksi FIFA

Pangeran atau Tunku Mahkota Johor (TMJ), Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan pemilik klub Johor Darul Tazim (JDT), menyampaikan kekecewaannya terhadap sanksi yang diberikan oleh FIFA kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Ia menegaskan bahwa laporan yang memicu penyelidikan berasal dari seorang individu di Vietnam, bukan dari Federasi Sepakbola Vietnam (VFF).

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, TMJ mengungkapkan bahwa informasi dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menunjukkan bahwa VFF tidak pernah mengajukan laporan resmi. Ia menyebut bahwa laporan tersebut berasal dari seseorang di Vietnam, tetapi bukan dari federasi sepakbolanya. Kami tidak tahu siapa orang itu, ujarnya dengan heran mengapa FIFA menindaklanjuti laporan dari sumber yang tidak jelas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia menyebut tindakan FIFA sebagai sesuatu yang aneh dan mempertanyakan mengapa aduan tersebut mendapat perhatian lebih dibanding keluhan lain yang masuk ke federasi internasional.

Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

TMJ juga membantah tuduhan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi para pemain. Ia menegaskan bahwa semua dokumen telah diverifikasi dan disahkan oleh Pemerintah Malaysia. Jika pemerintah sudah menyatakan dokumen itu asli, saya sebagai warga Malaysia tidak akan meragukan integritas maupun kedaulatan negara saya, tegasnya.

Menurutnya, jika ada kesalahan, itu bersifat teknis atau administratif, bukan pelanggaran hukum. Ia juga menolak anggapan bahwa proyek pengembangan tim nasional yang ia gagas merupakan kegagalan. TMJ menyebut, perubahan struktur dan peningkatan performa tim telah membawa Malaysia naik ke peringkat 130 dunia.

Sanksi FIFA dan Langkah Banding

Komite Disiplin FIFA sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevelkarena dianggap melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. FAM dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7 miliar), dan masing-masing pemain didenda 2.000 franc Swiss serta dilarang bermain selama 12 bulan.

TMJ memperkirakan FIFA tidak akan sepenuhnya membatalkan sanksi, namun ia optimistis akan ada pengurangan. Saya rasa mereka tetap akan mendenda FAM. Mungkin juga tim nasional akan dikenai pengurangan poin atau larangan bermain bagi para pemain, ujarnya. Ia menambahkan, bahwa Malaysia siap menempuh jalur hukum, termasuk membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) jika diperlukan.

Seruan untuk Mendukung Tim Nasional Malaysia

Di tengah polemik, TMJ menyerukan agar masyarakat tetap mendukung Tim Nasional Malaysia. Ia meminta publik tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Yang terpenting sekarang adalah menjaga semangat dan fokus mendukung Harimau Malaya, pinta dia. Jangan biarkan isu yang belum pasti ini memecah persatuan kita, pesannya.

TMJ menegaskan, bahwa FAM akan bekerja sama dengan AFC dan FIFA untuk menyelesaikan kesalahan administratif yang mungkin terjadi dalam proses naturalisasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan