Panggilan Anak Remaja Kingmi Deiyai: Selamatkan Generasi dari Penyakit Sosial

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 37x dilihat
Panggilan Anak Remaja Kingmi Deiyai: Selamatkan Generasi dari Penyakit Sosial
Panggilan Anak Remaja Kingmi Deiyai: Selamatkan Generasi dari Penyakit Sosial

Perangi Penyakit Sosial, Ratusan Anak dan Remaja Deiyai Gelar Pawai

Ratusan anak dan remaja dari Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (Kingmi) di Kabupaten Deiyai kini bergerak untuk memerangi penyakit sosial yang semakin mengancam generasi muda. Kegiatan ini dilakukan melalui pawai yang digelar sebagai bentuk peringatan Hari Anak Kingmi yang ke-10.

Yan Pit Kotouki, Pengasuh dan Ketua PAR Sekolah Minggu Klasis Tigi, menjelaskan bahwa pawai tersebut bukan hanya sekadar acara biasa, tetapi juga menjadi seruan darurat untuk mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersinergi dalam menangani penyakit sosial. Acara ini digelar pada 17 Oktober 2025, dengan peserta yang tergabung dalam Persekutuan Anak Remaja (PAR) Koordinator Deiyai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa penyakit sosial seperti Minuman Keras (Miras), Ganja, dan Lem Aibon harus segera diatasi," ujar Kotouki, mantan pengurus PMKRI Jayapura-Papua. Ia menekankan bahwa pawai ini merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi generasi muda yang semakin terpengaruh oleh lingkungan negatif.

Rute Pawai yang Menantang

Pawai dimulai dari Gereja Antiokhia dan melintasi beberapa titik penting di Kota Waghetege, seperti Pasar Waghete I dan II, RSUD, Perkantoran, serta Keliling Kantor Bupati. Peserta kemudian kembali ke titik awal melalui belakang RSUD, menuju SMP N 1 Deiyai, turun ke Polsek Tigi, dan akhirnya tiba kembali di Gereja Antiokhia.

Meskipun rute yang ditempuh cukup panjang, antusiasme peserta sangat tinggi. "Karena semuanya bersemangat, rute panjang itu terasa seperti jalan singkat saja," kata Kotouki. Selama perjalanan, anak-anak dan remaja aktif menyuarakan pesan perang terhadap penyakit sosial melalui yel-yel dan menulis cita-cita mereka di kertas.

Seruan Darurat untuk Generasi Muda

Menurut Kotouki, salah satu isu yang paling mendesak adalah peningkatan peredaran Miras. Ia mengungkapkan bahwa maraknya peredaran Miras telah secara perlahan membunuh generasi muda di Papua. Pengaruh zat adiktif ini tidak hanya merusak fisik dan mental, tetapi juga mengancam kelangsungan regenerasi kepemimpinan dan pembangunan di Deiyai.

"Kami meminta kepada Pemerintah, TNI, dan POLRI untuk segera memberantas tuntas peredaran Miras di seluruh wilayah Deiyai," tambah Kotouki dengan nada penuh harap. Ia menegaskan bahwa generasi muda Deiyai memiliki masa depan cerah dan akan menjadi pemimpin-pemimpin daerah, pemimpin agama, guru, dosen, dan lainnya.

Pentingnya Kebersamaan dalam Menangani Masalah

Kotouki menekankan bahwa keselamatan generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak dan remaja. Dengan demikian, mereka bisa berkembang tanpa terpengaruh oleh penyakit sosial.

Pawai damai ini menjadi momen penting dalam menunjukkan bahwa perlawanan terhadap penyakit sosial tidak hanya dilakukan oleh kalangan tertentu, tetapi juga melibatkan seluruh komunitas. Dengan semangat dan kebersamaan, harapan besar dipegang agar generasi muda Deiyai dapat tumbuh menjadi pilar bangsa yang kuat dan berkontribusi positif.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan