Panggilan Generasi Muda Kingmi: Selamatkan Anak dari Penyakit Sosial

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 23x dilihat
Panggilan Generasi Muda Kingmi: Selamatkan Anak dari Penyakit Sosial
Panggilan Generasi Muda Kingmi: Selamatkan Anak dari Penyakit Sosial

Peringatan Keras dari Ratusan Anak dan Remaja di Deiyai

Ratusan anak dan remaja dari Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (Kingmi) menggelar pawai damai di Kabupaten Deiyai, yang menjadi bentuk peringatan terhadap penyakit sosial yang kian mengancam generasi muda. Pawai ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anak Kingmi yang ke-10 di wilayah tersebut.

Yan Pit Kotouki, Pengasuh dan Ketua PAR Sekolah Minggu Klasis Tigi, menjelaskan bahwa pawai ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah seruan darurat untuk menangkal ancaman penyakit sosial seperti Minuman Keras (Miras), Ganja, dan Lem Aibon. Pawai digelar pada 17 Oktober 2025, dengan peserta terdiri dari anak-anak dan remaja yang berasal dari berbagai komunitas lokal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rute Pawai yang Menyentuh Hati

Pawai dimulai dari Gereja Antiokhia, melewati Pasar Waghete I dan II, RSUD, serta Perkantoran. Selanjutnya, peserta melintasi Kantor Bupati, kemudian menuju SMP N 1 Deiyai, Polsek Tigi, dan akhirnya kembali ke titik awal di Gereja Antiokhia. Meskipun rute cukup panjang, antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka berjalan dengan semangat dan menyanyikan yel-yel yang penuh makna.

Kotouki mengungkapkan bahwa sepanjang perjalanan, anak-anak dan remaja aktif menyampaikan pesan-pesan penting tentang pentingnya melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan. Mereka juga menulis cita-cita mereka di kertas sebagai bentuk harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Ancaman Penyakit Sosial yang Mengkhawatirkan

Menurut Kotouki, peningkatan peredaran Miras menjadi salah satu isu mendesak yang harus segera ditangani. Ia menyebutkan bahwa penggunaan zat adiktif telah merusak fisik, mental, dan masa depan anak-anak di Deiyai. Dampaknya tidak hanya terasa pada individu, tetapi juga pada kelangsungan kepemimpinan dan pembangunan daerah.

"Kami melihat maraknya peredaran Miras, ini secara perlahan telah membunuh generasi Papua. Pengaruh zat-zat adiktif sangat kuat dalam merusak fisik, mental, dan masa depan anak-anak," ujarnya dengan nada khawatir.

Ia menegaskan bahwa semua pihak, termasuk pemerintah, TNI, dan POLRI, harus bekerja sama untuk memberantas peredaran Miras secara tuntas. "Kami meminta kepada pemerintah, TNI, dan POLRI untuk segera memberantas tuntas peredaran Miras di seluruh wilayah Deiyai," tambah Kotouki.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kotouki menekankan bahwa generasi muda Deiyai memiliki potensi besar sebagai calon pemimpin dan tokoh penting di masa depan. "Para generasi Deiyai punya masa depan. Mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin daerah, pemimpin agama, dan jurusan langkah, jadi guru, dosen, dan seterusnya," katanya.

Ia berharap semua pihak bersama-sama berkontribusi dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyakit sosial. "Jadi, marilah semua pihak kita berantas," ajaknya dengan penuh semangat.

Pawai ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa keselamatan generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Dengan semangat dan kepedulian yang tinggi, para anak dan remaja Deiyai berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masa depan mereka sendiri.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan