
Perubahan Pemilik PSIS Semarang
Yoyok Sukawi, selaku pemegang saham mayoritas PSIS Semarang, kabarnya akan melepas kepemilikan klub tersebut ke pihak lain. Informasi ini menyebar luas di media sosial, terutama setelah pertemuan antara Asghar Saleh, asisten manajer Malut United, dengan sejumlah suporter PSIS di Semarang.
Panser Biru dan Snex Mania, dua kelompok suporter utama PSIS, tampaknya menyambut baik calon investor baru yang dikabarkan akan mengakuisisi klub. Hal ini menjadi harapan besar bagi para penggemar untuk melihat perbaikan kinerja PSIS dalam kompetisi Liga 2 2025/2026.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Utama PT. Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono, telah memberikan pernyataan resmi terkait isu ini. Ia membenarkan bahwa Yoyok Sukawi sudah siap melepas kepemilikan PSIS Semarang kepada pihak yang dianggap tepat dan mampu mengelola klub tersebut.
Agung Buwono menjelaskan bahwa Yoyok Sukawi tidak lagi ingin mengambil alih tanggung jawab atas PSIS. Menurutnya, langkah ini dilakukan karena prioritas utamanya adalah menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi.
"Benar, kami sudah berkomunikasi dengan calon investor baru sejak satu bulan lalu. Komunikasi kami intens dan sudah beberapa kali bertemu. Mohon doakan semoga semua berjalan lancar," ujar Agung saat dikonfirmasi pada Jumat (7/11/2025) pagi.
Meski banyak spekulasi tentang identitas investor baru, Agung Buwono masih belum bersedia mengungkapkan nama lengkapnya. Ia menekankan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan proses administratif sebelum mengumumkan secara resmi.
Kondisi PSIS Semarang Saat Ini
PSIS Semarang kini berada dalam situasi yang sangat kritis. Klub yang dikenal sebagai Laskar Mahesa Jenar harus segera berupaya keras untuk menghindari degradasi dari Liga 2. Saat ini, PSIS menempati posisi juru kunci Grup B dengan hanya 2 poin dari 10 pertandingan.
Dari jumlah tersebut, PSIS hanya mampu meraih 2 hasil imbang dan 7 kekalahan. Terbaru, PSIS kalah telak dari Kendal Tornado dengan skor 1-4 dalam pertandingan pekan kesembilan di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Jumat (7/11/2025).
Permainan yang buruk dan hasil yang tidak memuaskan membuat PSIS Semarang harus segera melakukan perubahan strategis. Dengan adanya kemungkinan perubahan pemilik, ada harapan bahwa investor baru akan membawa perubahan positif untuk klub.
Harapan Masa Depan
Kehadiran investor baru diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi PSIS Semarang. Dengan dukungan finansial dan strategi yang lebih baik, klub bisa kembali bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di Liga 2.
Agung Buwono menegaskan bahwa tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk mengembalikan kejayaan PSIS. Ia yakin bahwa dengan bantuan investor yang tepat, PSIS akan bisa kembali menjadi salah satu klub terkuat di Jawa Tengah.