Pantai Gunungkidul Diresmikan Jadi Mirip Jimbaran Bali, Apa Tujuannya?

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Pantai Gunungkidul Diresmikan Jadi Mirip Jimbaran Bali, Apa Tujuannya?


YOGYAKARTA, aiotrade
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sedang merancang penataan kawasan Pantai Sepanjang, Kemadang, dan Tanjungsari. Beberapa pedagang tidak menolak untuk dipindahkan dari kawasan bibir pantai ke sisi utara. Namun, semua pedagang harus diatur agar tidak menjadi masalah sosial.

Dari pengamatan yang dilakukan pada Selasa (4/11/2025), Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran dan ratusan pegawai melakukan pembersihan pantai. Dalam kesempatan tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten juga melakukan sosialisasi mengenai pembongkaran gazebo dan lapak pedagang yang berada di bibir pantai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Endah menyatakan bahwa relokasi kios dan gazebo tidak akan dilakukan hari ini. Relokasi tetap akan dilakukan setelah sosialisasi ulang bersama warga. Hal ini diperlukan karena bangunan kios dan gazebo berada di sempadan pantai, sehingga wisatawan tidak bisa langsung melihat pantai karena tertutup oleh lapak pedagang.

"Namun, dengan diskusi dengan Pokdarwis, karena ini sudah lama dibicarakan, Insya Allah mereka mau direlokasi, karena ini kan merelokasi pemerintah daerah," ujar Endah.

Pihaknya akan melakukan sosialisasi ulang yang dilakukan oleh kepala dinas terkait dengan penataan Pantai Sepanjang. "Pada prinsipnya mereka tidak menolak, pasti ada negosiasi, parkirnya sebelah mana, ukuran kiosnya jumlahnya berapa. Saya rasa dinamika seperti ini wajar," tambah Endah.

Untuk pembangunan jalan sepanjang 500 meter dan lebar lima meter akan tetap dilakukan menggunakan anggaran daerah tahun ini. "Kembali menyatukan pendapat, akan dibuat rapat kembali satu bahasa. Yang jelas anggaran sudah diketok harus dijalankan (pembangunan jalan)," kata dia.

Endah mengatakan bahwa penataan pedagang secara seragam tidak dilakukan pada tahun ini. Pemerintah fokus pada pembangunan akses berupa jalan. "Ini pilot project supaya bukanya bisa siang malam, supaya bisa jadi kaya Jimbaran. Pakai kursi atau apa, malam bubar ditarik mundur. Tidak ada bangunan permanen," ucapnya.

Ia menduga sepinya kawasan Pantai Sepanjang ini karena wisatawan sulit mengakses pantai. Endah yakin kawasan Pantai Sepanjang akan ramai dikunjungi wisatawan setelah pembangunan jalan dan pedestrian.

"Saya optimis warga Gunungkidul punya perasaan, dan tata krama untuk berterima kasih karena selama ini menggunakan tanah (Sultan Ground) yang bukan menjadi haknya," ujar Endah.

Perlu diketahui, kawasan Pantai Sepanjang memiliki lapangan voli pantai yang sudah pernah digunakan event baik nasional maupun Asia Pasifik.

Seorang warga, Yuli, mengatakan lokasi relokasi yang dijanjikan berada di sisi utara, yang selama ini digunakan lahan parkir. Selain itu, sisi utaranya sudah ada warung yang berdiri sebelumnya. "Diletakkan di depan warung, bagaimana perasaan pemiliknya. Kedua itu kan lahan parkir sepanjang itu mobil datang langsung ke pantai, otomatis kalau ada bangunan mau parkir di mana? Parkir di timur itu? Ya orang tidak akan ke sini," ujar dia.

Seorang warga yang selama ini menyediakan jasa kamar mandi, Sartilah, mengatakan relokasi pedagang akan membuat usahanya sepi. "Ya akan sulit, mau ke kamar mandi tidak punya jalan," kata dia.

Warga lainnya, Tanto, menambahkan bahwa ratusan pemilik lapak yang selama ini berjualan di pinggir Pantai Sepanjang menerima rencana relokasi. Namun, ia berharap semua pedagang termasuk yang sisi utara juga ikut ditata. "Jadi semuanya ditata, kalau hanya selatan saja. Itu bisa menimbulkan konflik sosial. Apalagi tidak ada parkirnya," ujar dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan