
Kerja Sama Pemkab Banyumas dan Bank Jateng untuk Digitalisasi Keuangan Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mengambil langkah penting dalam mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah dengan bekerja sama dengan Bank Jateng. Kesepakatan ini ditandatangani di Ruang Joko Kahiman, Purwokerto, pada Jumat, 7 November 2025, yang menandai awal dari transformasi menuju transparansi dan efisiensi keuangan di wilayah Banyumas.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, hadir dalam acara tersebut bersama Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko, serta Pemimpin Cabang Bank Jateng Purwokerto, Dwi Handoyo, dan jajaran pejabat terkait. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dirut Bank Jateng, Irianto Harko, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung segala bentuk digitalisasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyumas. Dukungan ini mencakup penerapan KKPD (Kartu Kredit Pemerintah Daerah), layanan transaksi non-tunai di berbagai sektor, serta pengelolaan kas daerah berbasis teknologi modern. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan perbankan bagi pemerintah daerah.
Bupati Sadewo menekankan bahwa kerja sama ini merupakan prioritas dan keharusan etis, karena Pemkab Banyumas adalah salah satu pemegang saham Bank Jateng. Ia menjelaskan bahwa tidak etis jika APBD Banyumas dikelola oleh bank lain. Namun, ia berharap pelayanan terhadap Pemkab Banyumas bisa semakin baik dan inovatif melalui kolaborasi ini.
Salah satu fokus utama digitalisasi adalah sektor parkir daerah. Pemkab Banyumas melihat potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir mencapai lebih dari Rp20 miliar, namun realisasinya baru sekitar Rp2 miliar. Untuk menutup kesenjangan tersebut, sistem tap untuk parkir nontunai akan segera diuji coba.
“Kalau berhasil, akan kami kembangkan di seluruh wilayah Banyumas, tentunya dengan dukungan Bank Jateng agar bisa real time,” kata Bupati Sadewo. Transformasi ini diharapkan meningkatkan akurasi dan transparansi pengelolaan PAD parkir secara signifikan.
Bupati juga mengapresiasi kontribusi Bank Jateng melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan layanan perbankan yang mendukung percepatan pembangunan. Melalui kesepakatan ini, Pemkab Banyumas dan Bank Jateng berkomitmen menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi, demi pengelolaan keuangan yang lebih efisien, aman, dan sesuai regulasi.
Fokus Utama Digitalisasi di Banyumas
- Sistem Parkir Nontunai: Penggunaan sistem tap untuk parkir nontunai menjadi salah satu inisiatif utama dalam digitalisasi keuangan daerah. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan realisasi PAD dari sektor parkir.
- KKPD (Kartu Kredit Pemerintah Daerah): Penerapan kartu ini diharapkan dapat memudahkan transaksi keuangan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
- Layanan Transaksi Non-Tunai: Berbagai sektor akan menerapkan layanan transaksi non-tunai untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan.
- Pengelolaan Kas Daerah Berbasis Teknologi: Pemkab Banyumas berkomitmen untuk menggunakan teknologi modern dalam pengelolaan kas daerah.
Manfaat dari Kolaborasi Ini
- Transparansi: Digitalisasi membantu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.
- Efisiensi: Proses pengelolaan keuangan akan lebih cepat dan efisien dengan penggunaan teknologi.
- Keamanan: Penggunaan sistem digital meningkatkan keamanan data dan transaksi keuangan.
- Kepatuhan Regulasi: Kolaborasi ini memastikan pengelolaan keuangan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dengan adanya kerja sama ini, Banyumas diharapkan dapat menjadi contoh dalam penerapan digitalisasi keuangan daerah yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.