
Penerapan Sistem Parkir Nontunai di Banyumas
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berencana menerapkan sistem parkir nontunai atau cashless sebagai upaya untuk mengurangi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). Rencana ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pendapatan dari sektor parkir.
Uji coba sistem parkir nontunai akan dilakukan di beberapa titik strategis. Dalam penerapannya, Pemkab Banyumas bekerja sama dengan Bank Jateng. Hal ini bertujuan agar pengelolaan pembayaran parkir dapat lebih cepat dan akurat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan bahwa potensi pendapatan dari sektor parkir di Kota Satria diperkirakan mencapai lebih dari Rp20 miliar. Namun, hingga saat ini, realisasi pendapatan yang masuk ke kas daerah hanya sekitar Rp2 miliar per tahun.
"Potensi parkir kita bisa mencapai lebih dari Rp20 miliar tapi yang masuk baru sekitar Rp2 miliar," ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba sistem tap untuk parkir nontunai. Jika berhasil, sistem ini akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh wilayah Banyumas, dengan dukungan Bank Jateng agar dapat berjalan secara real time.
Kesepakatan antara Pemkab Banyumas dan Bank Jateng bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan keuangan daerah serta mempercepat digitalisasi layanan publik. Bupati Sadewo menambahkan bahwa kerja sama dengan Bank Jateng merupakan hal yang strategis karena pemerintah daerah juga menjadi salah satu pemegang saham bank tersebut.
"Kami ini pemegang saham di Bank Jateng, jadi tentu tidak etis kalau APBD kami dikelola bank lain," katanya. Ia juga berharap pelayanan terhadap Pemkab Banyumas bisa semakin baik dan inovatif.
Selain itu, ia mengapresiasi berbagai dukungan Bank Jateng terhadap Pemkab Banyumas, baik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun layanan perbankan yang membantu percepatan pembangunan daerah. "Kami berharap, sinergi ini terus berlanjut," tambahnya.
Dukungan untuk Digitalisasi Keuangan Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko, menegaskan komitmen Bank Jateng mendukung penuh program digitalisasi keuangan daerah di Banyumas. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung segala bentuk digitalisasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyumas.
"Kami siap mendukung segala bentuk digitalisasi yang dilakukan Pemkab Banyumas," ujarnya. Beberapa bentuk dukungan yang dimaksud meliputi penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), layanan transaksi non-tunai, hingga pengelolaan kas daerah berbasis teknologi.
"Intinya, Bank Jateng siap berkolaborasi untuk kemajuan Banyumas," tutur Irianto. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun rencana penerapan sistem parkir nontunai ini menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kesiapan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital. Selain itu, infrastruktur teknologi dan pelatihan petugas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi sistem ini.
Namun, dengan dukungan penuh dari Bank Jateng dan komitmen Pemkab Banyumas, diharapkan sistem ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif terhadap PAD daerah. Dengan demikian, Banyumas dapat menjadi contoh dalam penerapan inovasi digital yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.