
Upaya Partai Republik untuk Menggagalkan Pelantikan Zohran Mamdani
Setelah gagal menemukan bukti pelanggaran naturalisasi, Partai Republik New York kini mencari jalur lain untuk menggagalkan pelantikan Zohran Mamdani sebagai wali kota terpilih New York City. Klub Republik Muda New York mengutip Amandemen ke-14 Konstitusi AS yang melarang individu yang terlibat “pemberontakan” atau memberi “bantuan kepada musuh negara” untuk menjabat posisi tertentu.
Mereka menuding Mamdani mendukung kelompok “pro-Hamas” dan menyerukan perlawanan terhadap agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Kelompok tersebut menilai dukungan Mamdani terhadap gerakan pro-Palestina dapat dianggap sebagai “bantuan bagi musuh” Amerika Serikat, dan menyerukan Kongres untuk menyatakan dirinya tidak memenuhi syarat menjabat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Namun, para ahli hukum menilai langkah tersebut tidak memiliki dasar konstitusional yang kuat. Amandemen ke-14, kata mereka, hanya berlaku bagi pemberontakan atau kolaborasi dengan musuh dalam konteks perang, bukan kritik terhadap kebijakan dalam negeri. “Seruan melawan agen ICE tidak memenuhi unsur pemberontakan. Itu ekspresi politik, bukan pelanggaran konstitusional,” jelas pakar hukum imigrasi Cassandra Burke Robertson dari Case Western Reserve University.
Robertson juga menilai upaya denaturalisasi terhadap Mamdani sangat kecil peluangnya berhasil, kecuali ada bukti nyata bahwa ia berbohong dalam proses kewarganegaraan. “Risiko sebenarnya justru muncul bagi warga lain dengan sumber daya terbatas yang takut mengkritik pemerintah,” ujarnya.
Proses Denaturalisasi yang Ekstrem dan Jarang Digunakan
Proses denaturalisasi sendiri tergolong ekstrem dan jarang digunakan. Pemerintah harus membuktikan kebohongan material dalam aplikasi naturalisasi melalui pengadilan, baik pidana maupun perdata, dengan standar bukti tinggi. Meski demikian, praktik pencabutan kewarganegaraan meningkat pada era pemerintahan Trump.
Departemen Kehakiman kala itu mengeluarkan memo yang memprioritaskan kasus denaturalisasi terhadap individu yang dianggap mengancam keamanan nasional atau memiliki keterkaitan dengan geng. Jika kewarganegaraan Mamdani dicabut—meski kecil kemungkinan—ia otomatis kehilangan jabatan wali kota dan kembali berstatus penduduk tetap AS.
Tantangan Hukum dan Dampak Politik
Dalam konteks hukum, tuntutan ini dianggap lebih sebagai strategi politik daripada langkah nyata. Para ahli menekankan bahwa undang-undang yang digunakan oleh partai oposisi tidak sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi Mamdani. Dalam hal ini, dukungan terhadap gerakan pro-Palestina tidak bisa dianggap sebagai tindakan yang melanggar aturan hukum, karena itu merupakan bentuk ekspresi politik yang dilindungi oleh Amandemen ke-1.
Selain itu, tindakan ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana kebijakan hukum bisa digunakan untuk menekan suara-suaranya yang berbeda. Hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi masyarakat umum, terutama bagi warga yang ingin menyampaikan kritik terhadap pemerintah tanpa takut dianggap sebagai ancaman.
Peran Partai Republik dalam Politik Lokal
Partai Republik New York tampaknya berusaha memperkuat posisi mereka di tengah persaingan politik yang ketat. Dengan menargetkan Mamdani, mereka berharap bisa menggeser dinamika politik lokal dan memperkuat citra mereka sebagai pembela kepentingan nasional. Namun, langkah ini juga bisa merusak reputasi mereka jika dianggap sebagai upaya untuk menghalangi proses demokratisasi.
Sebagai respons, banyak kalangan menilai bahwa partai oposisi harus fokus pada isu-isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, bukan pada upaya-upaya yang dianggap tidak konstitusional. Dengan demikian, partai-partai seperti Partai Republik harus lebih cermat dalam memilih strategi politik yang dapat diterima secara luas.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, upaya Partai Republik New York untuk menggagalkan pelantikan Zohran Mamdani tidak hanya lemah secara hukum, tetapi juga berpotensi merusak prinsip-prinsip demokrasi. Meskipun langkah ini mungkin bertujuan untuk memperkuat posisi politik mereka, dampaknya justru bisa menjadi bumerang. Dengan demikian, penting bagi partai-partai politik untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan politik dan prinsip hukum serta demokrasi.