
Kegiatan Pangan Murah di Pasaman Barat
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menggelar 66 kali kegiatan pangan murah hingga saat ini. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Kegiatan tersebut didukung oleh berbagai institusi seperti Bank Indonesia Sumbar, Bank Nagari, BRI, dan BSI Cabang Pasaman Barat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat. "Kegiatan tersebut didukung oleh Bank Indonesia Sumbar, Bank Nagari, BRI, dan BSI Cabang Pasaman Barat," ujarnya saat menghadiri Seminar Inflasi di Simpang Empat, Jumat.
Kolaborasi untuk Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Pemkab Pasaman Barat terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. "Pemkab Pasaman Barat juga bersama BPS telah melakukan pemantauan pasokan dan harga pangan di pasar, warung, dan penggilingan. Hasilnya, ketersediaan pangan di Pasaman Barat relatif aman untuk dua bulan ke depan," katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga dari Januari hingga Oktober 2025, sejumlah komoditas pangan strategis mengalami kenaikan harga. Beberapa di antaranya adalah cabai merah yang naik 54,7 persen, cabai rawit yang naik 37,5 persen, telur ayam yang naik 3 persen, dan beras yang naik 2,2 persen. "Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh rendahnya produksi pangan, gagal panen di beberapa sentra produksi, serta meningkatnya biaya transportasi," tambahnya.
Gerakan Penanaman Cabai untuk Ketahanan Pangan
Untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan, selain mengadakan gerakan pangan murah, Pemkab Pasaman Barat juga melakukan gerakan penanaman cabai dalam polibag melalui penyuluh pertanian di 11 kecamatan. "Penanaman cabai ini dijadikan lomba antarnagari (desa) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal. Kita juga menyalurkan bantuan pekarangan pangan bergizi dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani di Kecamatan Pasaman," katanya.
Pemahaman Inflasi di Masyarakat
Kepala BPS Pasaman Barat, Dwi Susanti, menjelaskan bahwa inflasi merupakan indikator penting kesehatan ekonomi. "Inflasi ibarat suhu tubuh manusia. Selama berada pada tingkat yang wajar, ekonomi berjalan sehat. Namun jika terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka akan mengganggu pertumbuhan ekonomi," katanya.
Seminar bertemakan "Kupas tuntas inflasi: Dari pasar ke kebijakan" bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyebab, dampak, dan strategi pengendalian inflasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran informasi dan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku ekonomi untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi di tingkat daerah.
"Dengan kolaborasi yang solid antar instansi, khususnya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kita berharap kebijakan pengendalian harga dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat," ujarnya.
Partisipasi Berbagai Pihak dalam Seminar
Seminar tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, seperti forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya diskusi tentang inflasi dalam konteks pengambilan kebijakan dan tindakan nyata di lapangan.