
Pengalaman Mengerikan Saat Mendaki Gunung di Jawa Barat
Pada tahun 2019, sebuah kejadian mengerikan terjadi saat seseorang sedang melakukan pendakian di salah satu gunung di Jawa Barat. Seorang wanita bernama Hilya mengungkapkan kisah ini dalam sebuah podcast yang tayang di YouTube Denny Sumargo pada 16 Oktober 2025. Menurutnya, kejadian tersebut melibatkan sepasang kekasih yang ditemukan tewas dalam kondisi gancet di dalam tenda.
Gancet adalah kondisi langka yang terjadi ketika alat kelamin pria terjepit di dalam alat kelamin wanita selama hubungan intim. Kondisi ini bisa sangat berbahaya dan memerlukan intervensi medis segera untuk menghindari komplikasi serius.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perjalanan Pendakian yang Berujung Tragedi
Hilya dan empat temannya melakukan pendakian melalui jalur yang cukup ekstrem. Saat mereka mendekati pos 4, mereka bertemu dengan sepasang kekasih yang juga sedang mendaki. Kedua remaja itu berusia sekitar 18-19 tahun dan baru pertama kali melakukan pendakian. Wanita tersebut tampak sangat lelah dan menangis minta turun, tetapi sang kekasih tidak mengizinkannya.
Hilya mengatakan bahwa sang wanita terus menangis dan memohon untuk turun, namun sang kekasih tidak merespons. Bahkan, korban sempat mengalami gangguan mental hingga pingsan di pos tersebut.
Setelah beberapa waktu, sepasang kekasih itu sampai di area camp di puncak gunung bersama rombongan Hilya. Rombongan Hilya kemudian membangunkan para pendaki tersebut, tetapi ternyata mereka sudah meninggal dalam kondisi gancet.
Temuan Mengerikan di Dalam Tenda
Sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan Hilya mendengar suara desahan samar dari tenda tersebut. Namun, mereka tidak menghiraukannya. Pagi harinya, Hilya pergi ke puncak untuk melihat matahari terbenam. Namun, hingga siang hari, pasangan tersebut tidak keluar dari tenda.
Hilya mencoba memberikan makanan kepada mereka dan menggoyang-goyangkan tenda. Akhirnya, ia dan temannya mengecek ke dalam tenda dan menemukan pasangan tersebut dalam kondisi meninggal.
“Bang-bang bangun udah siang, nggak ada respon,” ucap Hilya. Ia lalu membuka tenda dan menemukan pasangan tersebut dalam posisi yang sangat aneh. “Cowok di bawah, cewek di atas, nggak pakai baju. Badannya uda mulai menghitam keunguan.”
Proses Evakuasi dan Autopsi
Korban kemudian dievakuasi oleh pihak ranger atau relawan. Menurut Hilya, mereka tidak bisa melepaskan posisi tubuh korban karena badannya kaku. Bahkan, saat dibawa ke rumah sakit, kedua korban masih dalam kondisi menempel satu sama lain.
“Niatnya dilepas di rumah sakit, sekalian diautopsi,” ujar Hilya. Hasil autopsi menunjukkan bahwa ada pembengkakan akibat kram pada alat kelamin wanita. Karena posisi laki-laki di dalam dan kram yang terjadi, mereka tidak bisa melepas satu sama lain.
Akhirnya, pihak rumah sakit memutuskan untuk memotong alat kelamin laki-laki agar bisa memisahkan tubuh korban. Hal ini dilakukan karena posisi keduanya terlalu erat dan tidak bisa dilepaskan secara alami.
Penanganan oleh Pihak Berwajib
Kasus ini kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian. Sementara itu, rekaman video dari HP teman Hilya telah diamankan oleh polisi dan dihapus dari handphone perekam.