Pasar Hardjonagoro, Pusat Kuliner Tradisional Solo

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Pasar Hardjonagoro, Pusat Kuliner Tradisional Solo

Sejarah dan Keunikan Pasar Gede Solo

Pasar Gede Hardjonagoro, yang lebih dikenal sebagai Pasar Gede Solo, adalah salah satu pasar tradisional tertua dan terbesar di Kota Solo, Jawa Tengah. Tidak hanya menjadi pusat transaksi kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi ikon budaya, arsitektur, dan kuliner legendaris daerah. Dengan sejarah panjangnya, Pasar Gede telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Solo.

Pasar ini menjadi tempat bertemunya ribuan pedagang dari berbagai latar belakang, termasuk etnis Tionghoa, Jawa, dan lainnya. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjungi pasar ini setiap hari. Lokasi strategisnya berada di pusat Kota Solo, tepatnya di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Jebres, dekat dengan balai kota dan kawasan Pecinan (Ketandan).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pasar Gede mulai dibangun pada tahun 1927 dan diresmikan pada tahun 1930. Saat ini, pasar ini beroperasi 24 jam, dengan puncak keramaian terjadi di pagi hari. Aktivitas perdagangan yang semarak, harmoni antarpedagang lintas etnis, serta pengawasan terhadap bangunan kuno menjadikannya tetap menjadi jantung ekonomi dan budaya Solo yang tak lekang waktu.

Pemerintah kota terus berupaya menjaga kelestarian arsitektur sambil mengintegrasikan teknologi, seperti pembayaran digital, demi memajukan pasar ini tanpa menghilangkan nilai historisnya. Pasar Gede bukan hanya tempat berbelanja, namun juga pusat aneka kuliner yang diminati oleh anak muda saat ini.

Keunikan Arsitektur dan Budaya

Keunikan Pasar Gede terletak pada perpaduan arsitektur kolonial Belanda dengan sentuhan tradisional Jawa, menjadikannya bangunan cagar budaya yang masih berfungsi sebagai pusat ekonomi rakyat. Selain itu, pasar ini dikenal sebagai surga kuliner, tempat ditemukannya jajanan pasar tradisional, seperti lenjongan dan minuman legendaris seperti Es Dawet Telasih Bu Dermi.

Pasar ini juga menjadi pusat festival budaya tahunan seperti Grebeg Sudiro menjelang Imlek, yang memperkuat identitas multikultural Solo. Pedagang oleh-oleh di Pasar Gede, Endah, mengaku sudah berjualan di pasar ikonik ini sejak puluhan tahun silam.

"Dulu jualan buah, sekarang oleh-oleh lebih prospektif. Pembeli sekarang banyak yang pakai QRIS, jadi transaksi lebih cepat, tidak repot cari kembalian," kata dia.

Sementara itu, salah seorang konsumen, Woko, mengatakan bahwa dirinya rutin belanja di Pasar Gede karena komoditas yang dijajakan cukup lengkap dan harganya kompetitif.

"Suasana pasarnya juga autentik, bikin kangen jajanan masa kecil seperti lenjongan yang susah dicari di tempat lain," ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan