
aiotrade.CO.ID – JAKARTA. Pasar obligasi nasional menunjukkan kinerja positif pada Desember 2025.
Hal ini tecermin dari Indeks obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI) tercatat menguat 1,08% secara bulanan (month to month/mtm), seiring penurunan imbal hasil surat berharga negara (SBN).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan, yield atau imbal hasil SBN secara bulanan turun sebesar 4,84 basis poin (bps).
Sementara itu, secara tahunan (year on year/yoy), yield SBN tercatat turun cukup signifikan hingga 80,91 bps.
"Adapun sejalan dengan ini, investor non-residen di pasar SBN terpantau mencatatkan inflow pada Desember 2025," jelas Inarno dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Dicatatnya pada Desember 2025, investor non-residen mencatatkan net buy sebesar Rp 6,49 triliun secara mtm. Secara tahunan, aliran dana asing di pasar SBN juga masih mencatatkan net buy senilai Rp 2,01 triliun.
Kinerja positif pasar obligasi pun turut berdampak pada industri pengelolaan investasi.
Hingga akhir Desember 2025, total asset under management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp 1.033,81 triliun. Nilai tersebut meningkat 3,08% secara mtm dan melonjak 23,46% secara yoy.
Sejalan dengan itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana juga mencatatkan pertumbuhan solid.
Pada periode yang sama, NAB reksadana tercatat sebesar Rp 675,32 triliun, tumbuh 4,80% secara mtm dan meningkat 35,26% secara yoy.
"Tren positif kinerja NAB tersebut tentunya didukung juga oleh net subscription investor reksadana yang kuat," lanjut Inarno.
Hal ini tercermin dari net subscription investor reksadana yang mencapai Rp 23,91 triliun secara mtm. Secara tahunan, net subscription investor reksadana bahkan mencapai Rp 138,69 triliun.