Pasar Saham 2026 Diprediksi Menjanjikan, Ini Kombinasi Reksa Dana Manulife Aset (MAMI)

admin.aiotrade 26 Des 2025 3 menit 25x dilihat
Pasar Saham 2026 Diprediksi Menjanjikan, Ini Kombinasi Reksa Dana Manulife Aset (MAMI)


aiotrade, JAKARTA — Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memperkirakan bahwa kinerja pasar saham di Tanah Air akan mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2026. Sejumlah sektor telah dipilih oleh MAMI sebagai fokus dalam merancang reksa dana saham mereka untuk tahun mendatang.

Freddy Tedja, Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia, menilai bahwa kinerja pasar saham dalam negeri akan lebih dinamis pada 2026 dibandingkan dengan 2025. Salah satu faktor yang mendorong optimisme tersebut adalah siklus pemulihan ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan terbuka.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selain itu, kondisi saham blue chip juga dinilai sedang dalam valuasi yang menarik, sehingga menawarkan peluang investasi yang baik bagi investor yang mencari saham berfundamental kuat.

“Saham blue chip dengan fundamental yang baik, saat ini menawarkan valuasi yang menarik. Harga sahamnya sudah setara dengan level yang terjadi selama masa pandemi,” ujar Freddy kepada Bisnis, dikutip Jumat (26/12/2025).

Sepanjang 2025, beberapa saham blue chip di sektor perbankan memang mengalami penurunan. Contohnya, BBCA turun sebesar 17,05% YtD, BBRI turun 7,60% YtD, BMRI turun 11,40% YtD, dan BBNI turun 1,84% YtD.

Selain itu, ada katalis positif dari potensi diversifikasi global yang semakin besar. Indonesia dinilai memiliki peluang untuk kembali menjadi perhatian investor asing karena perekonomian yang berorientasi domestik.

Dengan demikian, sejumlah sektor dalam pasar saham menarik perhatian MAMI dalam merancang reksa dana saham. Sektor finansial, misalnya, dianggap akan menguat karena didukung oleh perbaikan pertumbuhan kredit dan penurunan cost of fund.

“Sektor consumer staples juga berpotensi diuntungkan dari pemulihan daya beli masyarakat, sementara sektor materials akan terdorong oleh maraknya permintaan terhadap critical minerals seperti nikel, tembaga, dan cobalt,” tambahnya.

Meskipun begitu, Freddy menegaskan bahwa alokasi aset dalam portofolio reksa dana saham MAMI tetap mengikuti pedoman yang tercantum dalam prospektus reksa dana yang telah disampaikan kepada investor.

Artinya, di tengah situasi pasar yang fluktuatif, porsi kas dalam portofolio reksa dana bisa dimaksimalkan untuk menjaga likuiditas dan mengurangi risiko. Sebaliknya, ketika pasar sedang bullish, persentase saham dan instrumen obligasi akan dioptimalkan demi mengejar return yang lebih besar.

Strategi investasi MAMI akan selalu disesuaikan dengan kondisi pasar, tetapi tetap mengacu pada aturan yang tercantum dalam prospektus produk reksa dana terkait.

“Yang perlu diingat, strategi alokasi aset dalam reksa dana dirancang bukan hanya untuk menghadapi fluktuasi jangka pendek, melainkan untuk menangkap potensi jangka panjang yang tersedia di pasar, serta melakukan diversifikasi untuk mengelola risiko,” katanya.

Berdasarkan laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market–Monthly Report November 2025, Manulife Aset Manajemen Indonesia menduduki posisi pertama dengan dana kelolaan reksa dana (AUM) terbesar di Tanah Air.

AUM MAMI per November 2025 mencapai Rp61,23 triliun atau mencerminkan 9,32% dari pangsa pasar industri reksa dana Indonesia. Posisi ini juga menunjukkan pertumbuhan AUM MAMI sebesar 39% YoY dan 41% YtD.

Di posisi kedua dan ketiga, masing-masing ditempati oleh Trimegah Asset Management dengan AUM sebesar Rp57,32 triliun dan Bahana TCW dengan AUM senilai Rp55,11 triliun. Data ini hanya mencakup reksa dana publik dan tidak termasuk reksa dana penyertaan terbatas, private equity fund, maupun efek beragun aset.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan