Pasca Banjir Aceh, Ahli Teknologi Minta Telkomsel Perbaiki Jaringan Komunikasi

admin.aiotrade 19 Des 2025 2 menit 17x dilihat
Pasca Banjir Aceh, Ahli Teknologi Minta Telkomsel Perbaiki Jaringan Komunikasi
Pasca Banjir Aceh, Ahli Teknologi Minta Telkomsel Perbaiki Jaringan Komunikasi

Konektivitas Telekomunikasi sebagai Kebutuhan Vital dalam Bencana

Dalam situasi bencana, kebutuhan akan koneksi telekomunikasi menjadi hal yang sangat penting. Hal ini disampaikan oleh pengamat teknologi Alfons Tanudjaya, yang menekankan bahwa akses komunikasi merupakan salah satu elemen utama yang harus segera dipulihkan.

Banjir yang terjadi di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya telah mengakibatkan peningkatan jumlah korban jiwa dan pengungsi. Dengan situasi ini, Telkomsel, sebagai perusahaan BUMN, dinilai memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk segera memulihkan layanan telekomunikasi. Solusi darurat seperti penggunaan satelit dan genset bisa menjadi pilihan untuk mengembalikan layanan dasar seperti panggilan suara, SMS, dan data.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peran Penting Teknologi dalam Situasi Darurat

Alfons Tanudjaya menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, tidak ada ruang untuk gengsi atau alasan teknis yang berlarut-larut. Jika infrastruktur backbone atau jaringan transmisi utama terganggu, solusi sementara seperti penggunaan koneksi satelit dapat digunakan. Contohnya adalah Starlink, yang kemudian bisa disambungkan ke BTS agar layanan dasar segera aktif.

Sebagai BUMN, Telkomsel memiliki mandat pelayanan publik dan dukungan negara, baik dari sisi regulasi, sumber daya, maupun koordinasi lintas lembaga. Oleh karena itu, sudah seharusnya BTS Telkomsel menjadi yang pertama menyala, bahkan sebelum BTS milik operator lain, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada jaringan Telkomsel.

Keterlambatan Pemulihan Jaringan

Keterlambatan pemulihan jaringan tidak hanya berdampak pada kenyamanan tetapi juga berpotensi menghambat evakuasi, distribusi bantuan, serta akses informasi masyarakat. Dalam kondisi bencana, konektivitas bukan layanan premium, melainkan infrastruktur kritikal.

Alfons menyarankan agar Telkomsel dapat menambahkan genset untuk menyalakan BTS. Ia menegaskan bahwa publik tidak menuntut jaringan sempurna. Tidak perlu menunggu semua normal. Asal nyala dulu. Kualitas bisa menyusul. Yang penting masyarakat Aceh tidak terputus dari dunia luar.

Data Korban Banjir di Sumatera

Berdasarkan data dari BNPB hingga Senin (15/12/2025), jumlah korban jiwa keseluruhan menjadi 1.030 jiwa. Sementara jumlah pengungsi mencapai 608.940 orang. Jumlah korban hilang adalah 206 orang dengan jumlah terbesar masih di Provinsi Aceh sebanyak 572.862 jiwa.

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir juga membuat infrastruktur jalan, listrik, dan telekomunikasi rusak. Hal ini memperkuat pentingnya pemulihan jaringan telekomunikasi sebagai prioritas utama.

Langkah Konkret yang Harus Diambil

Alfons berharap Telkomsel segera mengambil langkah konkret, proaktif, dan transparan dalam memulihkan layanan. Ini menjadi wujud tanggung jawab sosial dan peran strategisnya sebagai operator telekomunikasi milik negara.

Dengan adanya bencana, kecepatan eksekusi menjadi faktor penting. Teknologi dan solusi sudah tersedia, tinggal bagaimana kemauan dan kecepatan dalam menjalankannya. Dalam kondisi darurat, yang utama adalah jaringan nyala dulu. Justru jangan mencari kambing hitam atas kererlambatan tersebut.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan