Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Terpaksa Berdagang di Emperan

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Terpaksa Berdagang di Emperan
Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Terpaksa Berdagang di Emperan

Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Pedagang Terpaksa Berjualan di Emperan

Kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (15/12/2025) pagi, menyebabkan ratusan kios pedagang hangus terbakar. Peristiwa ini memaksa para pedagang untuk mencari alternatif agar bisa tetap berjualan dan menjaga kelangsungan hidup mereka.

Setelah kejadian tersebut, banyak pedagang yang terpaksa menggelar lapak di emperan pasar atau menggunakan mobil bak terbuka sebagai tempat jualan. Hal ini dilakukan agar bisa tetap melayani pelanggan meskipun kios mereka tidak dapat digunakan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari pantauan di lokasi kejadian, bagian sisi depan kios yang terbakar sudah diberi garis polisi agar tidak ada pedagang yang masuk ke area yang masih berisiko. Para pedagang yang kiosnya terkena dampak kebakaran harus mencari cara lain untuk tetap berdagang, seperti menggelar lapak di luar atau menggunakan kendaraan pribadi.

Wati (45), seorang pedagang buah paya, mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kerugian besar akibat kebakaran tersebut. Ia memprediksi kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah karena beberapa ton buah pepaya yang baru saja datang dari Sumatera hangus terbakar.

"Banyak lah (kerugiannya). Kalau sekarang tetap jualan karena kemarin baru datang buah dari Sumatera tapi saya sebar ke beberapa titik (karena kiosnya kebakar)," kata Wati kepada Warta Kota, Rabu (17/12/2025).

Menurut Wati, malam hari sebelum kebakaran, dua truk baru saja membawa buah pepaya ke kiosnya. Buah-buahan yang dalam kondisi baik telah dipisahkan oleh anak buahnya untuk dikirim ke pelanggan. Namun, naasnya, ketika ia sedang tidur, ia mendapat telepon dari pegawainya yang memberitahu bahwa kiosnya terbakar.

"Saya langsung ke sini, enggak sampai 10 menit sudah habis kios saya. Tadinya jam 08.00 WIB itu mau kirim ke pelanggan, tapi pukul 07.00 WIB sudah kebakaran," ujarnya dengan nada kesedihan.

Wati juga menyatakan bahwa jumlah pedagang di pasar tersebut sekitar 350 orang, dan sekitar 95 persen kios terbakar. Ia mengakui bahwa beberapa kios berhasil diselamatkan karena tindakan cepat dari petugas pemadam kebakaran.

"Kalau enggak ada pemadam habis semua kali itu pedagang yang di belakang. Soalnya kan pas kebakaran angin itu larinya ke belakang," tambahnya.

Penampungan Sementara untuk Pedagang

Sejumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati akan dipindahkan ke tempat penampungan sementara agar bisa tetap berjualan. Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan tempat penampungan untuk para pedagang yang terdampak kebakaran.

Agus memastikan bahwa dalam waktu tiga hari ke depan, para pedagang sudah bisa kembali berjualan seperti biasa. Ia berharap pasar tersebut dapat kembali normal dalam waktu singkat.

"Insya Allah, dalam tiga hari sudah bisa dipergunakan. Pasar Induk Kramat Jati akan tetap normal," ujar Agus, Selasa (16/12/2025).


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan