
Penutupan Sementara Dapur SPPG Cikunir Akibat Keracunan Pelajar SDN Margamulya
Dapur SPPG Cikunir, yang berada di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, ditutup sementara hingga proses identifikasi selesai. Penutupan ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan setelah belasan pelajar SDN Margamulya mengalami keracunan pada Jumat (17/10/2025).
Kepala dapur SPPG Cikunir, Muhamad Firdaus, mengungkapkan bahwa penutupan sementara ini dilakukan untuk melakukan evaluasi pasca kejadian. Ia menjelaskan bahwa penutupan mulai berlaku sejak kejadian terjadi dan akan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kita tutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu proses identifikasi selesai," ujar Firdaus saat dikonfirmasi oleh wartawan.
Firdaus menambahkan bahwa pihaknya masih dalam proses evaluasi terkait kejadian tersebut. Selain itu, ia menyatakan bahwa dapur tidak beroperasi sementara karena masih menunggu hasil identifikasi dari pihak berwenang.
Tindakan Polisi Pasca Kejadian
Pihak kepolisian dari Polres Tasikmalaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil beberapa sampel makanan serta muntahan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendatangi dapur SPPG Cikunir dan mengambil sampel-sampel tersebut. Ia menegaskan bahwa sampel-sampel tersebut akan diproses lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan yang menimpa para pelajar.
"Kami sudah mendatangi dapur dan mengambil sampel, yang selanjutnya bakal dilakukan pemeriksaan dulu," kata AKP Ridwan.
Ia juga menekankan bahwa penyebab keracunan belum diketahui secara pasti karena identifikasi terhadap bahan makanan yang tersisa masih dalam proses.
"Kita lakukan identifikasi dulu, nanti diinfokan kembali kalau hasilnya sudah keluar," tambahnya.
Proses Identifikasi Masih Berlangsung
Saat ini, pihak berwenang sedang melakukan serangkaian proses identifikasi terhadap bahan-bahan makanan yang digunakan di dapur SPPG Cikunir. Proses ini bertujuan untuk menemukan penyebab pasti dari kejadian keracunan yang menimpa belasan pelajar SDN Margamulya.
Hasil dari pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Sampai hasil akhir diperoleh, dapur SPPG Cikunir tetap akan ditutup sementara.
Dampak Terhadap Sekolah dan Masyarakat
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar, terutama orang tua siswa yang mengirimkan anak-anaknya ke SDN Margamulya. Beberapa orang tua meminta agar pihak sekolah dan pengelola dapur lebih waspada dalam memastikan kualitas makanan yang disajikan.
Selain itu, masyarakat juga menantikan hasil identifikasi yang akan memberikan jawaban jelas tentang penyebab keracunan. Dengan adanya penutupan sementara, diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali.