Pasien Parkinson Bermain Klarinet Saat Operasi Otak: Menyenangkan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 11x dilihat
Pasien Parkinson Bermain Klarinet Saat Operasi Otak: Menyenangkan

Pengalaman Unik Seorang Perempuan Inggris Saat Operasi Otak Terbuka

Di tengah proses pengobatan untuk penyakit Parkinson, seorang perempuan asal Inggris menunjukkan pengalaman yang sangat unik. Denise Bacon (65 tahun) memainkan klarinet selama operasi otak terbuka yang dilakukannya. Pengalaman ini tidak hanya mengejutkan tim medis, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi dirinya sendiri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Denise didiagnosis menderita gejala Parkinson pada 2014. Sejak saat itu, kemampuannya dalam berjalan, berenang, menari, dan bermain klarinet mulai terganggu. Ia pernah bekerja sebagai terapis wicara dan bahasa, namun kini harus menghadapi tantangan baru akibat penyakitnya.

Setelah bertahun-tahun menderita gejala Parkinson, Bacon menjalani prosedur deep brain stimulation (DBS). DBS adalah prosedur pembedahan yang melibatkan penanaman elektroda di otak untuk mengirimkan impuls listrik yang membantu mengontrol gangguan saraf seperti Parkinson.

Operasi ini berlangsung selama empat jam dan dipimpin oleh Profesor Keyoumars Ashkan, ahli bedah saraf di King’s College Hospital. Selama prosedur, Bacon tetap dalam keadaan sadar. Hanya diberikan anestesi lokal untuk mengebaskan kulit kepala dan tengkoraknya.

Hasilnya langsung terlihat di meja operasi. Jari-jari tangan Bacon kembali lentur dan dia dapat memainkan klarinet dengan mudah. Tim dokter di King’s College Hospital menjelaskan bahwa Bacon mengalami perbaikan langsung pada pergerakan jarinya ketika arus listrik dialirkan ke otaknya.

Sebelumnya, Bacon tergabung dalam East Grinstead Concert Band, namun berhenti lima tahun lalu karena gejala Parkinson yang memburuk. Ia mengungkapkan rasa senangnya setelah operasi tersebut.

"Saya ingat tangan kanan saya bisa bergerak jauh lebih mudah begitu stimulasi diberikan, dan kemampuan saya bermain klarinet pun meningkat. Saya sangat senang dengan hasilnya," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini ia mulai merasakan perbaikan saat berjalan. "Saya ingin segera kembali berenang dan menari untuk melihat apakah kemampuan saya juga membaik di sana," tambahnya.

Menurut Ashkan, tim bedah membuat lubang kecil di tengkorak setelah menempatkan rangka dengan koordinat presisi di kepala Bacon sebagai "GPS" untuk menuntun penempatan elektroda. Proses ini sangat penting agar elektroda dapat ditempatkan secara akurat.

"Kami senang melihat perbaikan instan pada gerakan tangannya, dan dengan demikian kemampuan bermain musiknya, begitu stimulasi diberikan ke otak," kata Ashkan.

Pengalaman ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi dalam pengobatan penyakit Parkinson. Dengan teknologi seperti DBS, banyak pasien dapat mengembalikan fungsi tubuh mereka dan kembali menikmati kehidupan yang sehat dan aktif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan