Pasokan Bahan Baku Impor Mendominasi, Sektor Pelapisan RI Masih Rentan

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Pasokan Bahan Baku Impor Mendominasi, Sektor Pelapisan RI Masih Rentan
Pasokan Bahan Baku Impor Mendominasi, Sektor Pelapisan RI Masih Rentan

Tantangan dan Peluang Sektor Industri Cat dan Pelapis Nasional

Pasar industri cat dan pelapis di Indonesia terus berkembang, namun sektor ini masih menghadapi tantangan struktural yang signifikan. Salah satu masalah utamanya adalah ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor, yang membuat industri menjadi rentan saat terjadi krisis global.

Ketergantungan pada bahan baku luar negeri menjadi sorotan utama menjelang ajang industri penting di Asia Tenggara, yaitu Pacific Coatings Show & Conference (PCS 2025). Ajang ini diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan produksi nasional dan memperkuat ekosistem industri dalam negeri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Asosiasi Coating Indonesia (ASCOATINDO), bahan baku seperti pigmen, resin, dan aditifyang merupakan komponen utama dalam formulasi cat dan pelapismasih didatangkan dari luar negeri, terutama untuk sektor otomotif, marine, dan offshore. Hal ini menunjukkan bahwa industri lokal belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri.

Senior Professional Coating ASCOATINDO, Adiwan Djohanli, menjelaskan bahwa sebelum pandemi Covid-19, sektor industri pelapisan dalam negeri tumbuh pesat. Namun, saat pandemi melanda, terjadi kontraksi hingga 10 persen. Kini, pertumbuhan mulai pulih di kisaran 45 persen.

Teknologi kita masih tertinggal dibanding Eropa. Padahal, pasar Indonesia besar. Kalau tidak segera dikejar, kita hanya jadi pasar, bukan pemain, ujar Adiwan dalam keterangannya.

Ketika pandemi melanda dan pasokan global terganggu, ketergantungan pada bahan baku impor memperlihatkan kelemahan struktural industri pelapisan nasional. Bahan-bahan seperti pigmen, resin, dan aditifkomponen utama dalam formulasi cat dan pelapismasih didatangkan dari luar negeri.

Sekretaris Jenderal ASCOATINDO, Harryawan, menegaskan bahwa industri bahan baku lokal belum berkembang, sehingga pelaku industri masih sangat bergantung pada pasokan luar. Ia berharap forum coating internasional ini dapat mendorong komersialisasi melalui pertemuan antara pelaku industri, sehingga supply dan demand dapat saling terhubung secara lebih efektif.

Transisi Menuju Industri Mandiri

Transisi menuju industri pelapisan yang mandiri tidak hanya bergantung pada bahan baku, tetapi juga pada peningkatan kapasitas teknis dan edukasi. Ketua asosiasi, Aditianto Ramelan, menyatakan bahwa ajang tahunan ini akan menghadirkan sesi edukatif terbuka seperti seminar dan short course (pelatihan teknis singkat) yang dapat diakses gratis.

Dua topik utama yang dibahas meliputi tren pasar dan regulasi industri pelapisan nasional, serta teknik pengendalian korosi melalui aplikasi pelapisan yang tepat. Acara ini melibatkan pelaku industri dari Jerman, Korea Selatan, China, dan Indonesia, serta pembicara global dari sektor manufaktur dan akademisi.

Selain itu, gelaran ini juga mencakup unsur komersial berupa pameran produk dan pertemuan bisnis untuk mempertemukan pelaku industri. Gelaran ini akan berlangsung selama tiga hari pada 2931 Oktober 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Harapan Masa Depan

Asosiasi profesi tersebut berharap pertemuan regional ini dapat menjadi momentum untuk mendorong penguatan industri bahan baku dalam negeri, transfer teknologi, peningkatan SDM teknis, serta sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor pendidikan.

Kami ingin stakeholder memahami kondisi industri ini dan saling mendukung agar sektor ini bisa mandiri dan kompetitif, tutup Aditianto.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan