
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Desember 2025 mengalami penurunan, turun menjadi US$61,10 per barel. Penurunan ini terjadi akibat kondisi pasokan minyak global yang berlebihan, sehingga menekan harga di pasar internasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan menjadi salah satu faktor utama pelemahan harga minyak pada akhir tahun ini. Ia menyoroti bahwa tingginya produksi minyak dari Amerika Serikat menjadi salah satu penyebabnya.
Selain produksi AS yang tinggi, peningkatan suplai dari negara-negara OPEC+ juga turut memengaruhi harga. Pada November 2025, produksi minyak OPEC+ tercatat mencapai 43,1 juta barel per hari (bph), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. OPEC juga merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ pada 2025 menjadi 0,95 juta bph, lebih tinggi 40 ribu bph dari proyeksi sebelumnya.
Di sisi lain, permintaan minyak mengalami pelemahan. S&P Global menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak 2025 menjadi 730 ribu bph, turun 16 ribu bph dari perkiraan sebelumnya. Tekanan pasokan diperkirakan akan terus berlanjut dalam jangka menengah. Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan surplus minyak global pada 2026 mencapai 3,7–4 juta bph, yang disebut-sebut melampaui kondisi kelebihan stok saat pandemi Covid-19.
Faktor geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan harga minyak. Laode menyatakan bahwa meredanya risiko konflik Rusia-Ukraina, terutama setelah wacana Ukraina menarik aspirasi bergabung dengan NATO, ikut menurunkan premi risiko di pasar minyak. Selain itu, Rusia berencana memompa lebih banyak minyak ke pasar dunia. Proyeksi produksinya menjadi 10,36 juta bph pada 2025 dan meningkat lagi ke 10,54 juta bph pada tahun ini.
Di kawasan Asia Pasifik, pelemahan harga minyak juga dipengaruhi oleh penurunan aktivitas pengolahan minyak di Cina. Crude throughput Cina pada November 2025 turun 0,9% secara bulanan menjadi 14,86 juta bph, terendah dalam enam bulan terakhir.
Secara bulanan, ICP Desember 2025 turun US$1,73 per barel dibandingkan November 2025 yang sebesar US$62,83 per barel. Penetapan ICP tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.
Penurunan harga juga terjadi pada minyak mentah acuan global. Harga Dated Brent turun US$0,95 per barel menjadi US$62,70 per barel. West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,61 per barel menjadi US$57,87 per barel, sementara Brent ICE melemah US$2,02 per barel menjadi US$61,64 per barel. Sementara itu, harga Basket OPEC turun US$2,61 per barel menjadi US$61,85 per barel.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar