
Evaluasi Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bogor
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melakukan evaluasi terhadap perkembangan pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor. Evaluasi ini dilakukan dalam rapat yang dipimpin oleh Bupati pada Selasa (11/11/2025) di Pendopo Bupati.
Dalam rapat tersebut, Bupati Rudy menekankan pentingnya tata kelola aset dan administrasi yang jelas agar percepatan pembangunan dapur MBG dapat berjalan tanpa hambatan. Ia menyatakan bahwa Kabupaten Bogor memiliki standar pembangunan yang tinggi, sehingga diperlukan perencanaan yang matang dan eksekusi yang tepat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Oleh karena itu, harus dijalankan dengan serius, administrasi lengkap, dan mekanisme penggunaan bahan yang tepat. Program ini merupakan prioritas Presiden dan harus diawasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Bupati Rudy.
Selain itu, Bupati Bogor juga menekankan perlunya percepatan sertifikasi layak fungsi untuk dapur MBG yang telah dibangun, serta inventarisasi lahan dan aset pemerintah daerah agar koordinasi dengan koperasi desa Merah Putih dan dapur MBG dapat berjalan optimal.
Target utama dari program ini adalah seluruh siswa di Kabupaten Bogor dapat menerima manfaat dari MBG. Pada tahap berikutnya, program ini akan diperluas bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak stunting.
Proses Sertifikasi dan Pengujian Higiene Sanitasi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dilakukan sebagian besar. Dari total 288 SPPG yang terdata per 3 November 2025, sekitar 195 SPPG atau 67 persen telah mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji (PKPSS).
Pelatihan ini diikuti secara merata oleh seluruh karyawan SPPG, dengan rata-rata 47 pegawai per SPPG, sehingga Kabupaten Bogor berhasil melibatkan 100% pegawai yang terdaftar.
Selanjutnya, inspeksi Kesehatan Lingkungan dilakukan terhadap sebanyak 163 SPPG atau 56,5% dari total SPPG. Pemeriksaan mencakup kebersihan dapur, kualitas air, dan fasilitas penyajian makanan.
Tidak hanya itu, sebanyak 163 SPPG telah mengirimkan sampel makanan, alat makan, dan air ke Laboratorium Pengujian Daerah (LABKESDA) untuk memastikan standar higiene. Saat ini sebagian hasil pengujian masih menunggu keluarnya laporan laboratorium.
Hingga saat ini, 35 SPPG telah berhasil mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau sekitar 12,6% dari total SPPG. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menghimbau seluruh SPPG dan pihak terkait untuk segera melengkapi persyaratan agar penerbitan SLHS dapat dilakukan secara maksimal.
“Proses ini merupakan bagian dari upaya mempercepat sertifikasi higiene sanitasi di seluruh SPPG Kabupaten Bogor, sehingga seluruh sekolah dapat memastikan kualitas pangan dan gizi yang layak bagi para peserta didik,” tandas Kadinkes.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Berikut beberapa langkah yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan keandalan dapur MBG:
- Peningkatan kesadaran dan pengetahuan karyawan SPPG melalui pelatihan keamanan pangan siap saji
- Pelaksanaan inspeksi langsung oleh petugas Puskesmas untuk memastikan kebersihan dan kualitas makanan
- Pengujian laboratorium terhadap sampel makanan, alat makan, dan air
- Peningkatan jumlah SPPG yang telah mendapatkan sertifikat laik higiene sanitasi
- Koordinasi dengan koperasi desa Merah Putih dan pihak terkait lainnya untuk memastikan efisiensi dan efektivitas operasional dapur MBG