
Insiden Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakut, Puluhan Siswa Terluka
Pada Jumat (7/11/2025) siang, puluhan siswa SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara menjadi korban ledakan saat sedang melaksanakan salat Jumat. Kejadian ini menimbulkan kekacauan dan rasa takut di kalangan siswa dan staf sekolah. Sejumlah korban langsung dibawa ke dua rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Yarsi dan RS Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mendirikan posko pelayanan di kedua rumah sakit tersebut untuk memastikan para korban mendapatkan perawatan medis yang terbaik. Posko ini juga bertugas untuk mendata kondisi para korban serta memberikan layanan trauma healing bagi mereka dan keluarga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Posko ini juga akan membantu awak media dalam mendapatkan informasi terbaru tentang korban yang dirawat," ujar Bhudi pada Sabtu (8/11/2025). Menurutnya, saat ini total korban luka mencapai 54 orang. Dari jumlah tersebut, 27 siswa berada di Rumah Sakit Islam Jakarta dan 6 siswa lainnya di Rumah Sakit Yarsi.
Bhudi menjelaskan bahwa sekitar 33 siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 21 siswa lainnya sudah boleh pulang karena kondisinya membaik. Ia menegaskan bahwa situasi saat ini sudah aman dan dapat dikendalikan oleh Kapolda Metro Jaya.
Motif Pelaku Masih Dalam Penyelidikan
Seorang siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Zaki Arkan, mengungkapkan bahwa terduga pelaku merupakan salah satu siswa yang sering menjadi korban bullying dari teman-temannya. Ia menyebutkan bahwa pelaku selalu menyendiri karena merasa tidak sejalan dengan teman-temannya di sekolah.
"Katanya dia punya rasa balas dendam ke korban-korbannya. Dia seperti pembully tapi malah ke semuanya. Katanya dia ngerakit bom sendiri," ujar Zaki.
Menurut Zaki, terduga pelaku menaruh bahan peledak di tiga titik, yaitu musalah, kantin, dan tempat duduk para siswa yang pernah membully-nya. Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku merupakan siswa kelas 12, namun ia tidak mengetahui kebiasaan atau aktivitas harian pelaku.
"Jadi saya enggak pernah lihat dia. Beberapa kali ini saya tau dia," tambah Zaki.
Tim Gabungan Lakukan Pendalaman Motif
Polisi mulai menemukan titik terang dalam kasus ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga masih berasal dari lingkungan sekolah tersebut. "Informasi sementara, (pelaku) masih di lingkungan sekolah itu," kata Listyo kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat sore.
Menurut Listyo, tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, dan Densus 88 Antiteror kini tengah mendalami latar belakang serta motif pelaku, termasuk keterkaitannya dengan peristiwa ledakan di masjid sekolah.
"Untuk terduga pelaku saat ini sudah kami dapatkan. Anggota sedang melakukan pendalaman terkait identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang masih kami dalami," ujarnya.
Kapolri menegaskan, seluruh hasil temuan dan perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara resmi setelah proses pendalaman selesai dilakukan. "Seluruh informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 menyelesaikan pendalaman," tegasnya.
Ledakan yang terjadi saat pelaksanaan salat Jumat di masjid SMA 72 itu sebelumnya mengakibatkan puluhan orang luka-luka, sebagian besar merupakan siswa dan staf sekolah. Polisi juga menemukan senjata api rakitan di sekitar lokasi ledakan. Hingga kini, area sekolah masih disterilisasi oleh tim Gegana dan Brimob untuk memastikan keamanan.