
Kerja Sama KKP dan Bapeten dalam Sertifikasi Bebas Cesium 137 untuk Udang
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah menandatangani kerja sama resmi dalam pelaksanaan sertifikasi bebas Cesium 137 (Cs-137) untuk produk udang. Kerja sama ini khususnya berlaku untuk udang yang berasal dari wilayah Lampung dan Pulau Jawa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan mutu dan keamanan produk perikanan Indonesia di pasar global. Ia menjelaskan bahwa Badan Mutu KKP sebagai otoritas kompeten jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan memerlukan sinergi dengan otoritas nuklir Indonesia dalam melaksanakan tata laksana sertifikasi bebas Cs-137 pada udang.
Penyertaan dokumen sertifikasi bebas Cesium 137 merupakan salah satu syarat ekspor udang ke Amerika Serikat yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Otoritas tersebut menunjuk KKP sebagai lembaga sertifikasi atau certifying entity (CE) berdasarkan Undang-Undang Pangan, Obat, dan Kosmetik AS.
Ruang lingkup kerja sama antara KKP dan Bapeten mencakup beberapa aspek penting seperti pengendalian serta pengawasan kontaminasi zat radioaktif pada hasil kelautan dan perikanan, pemindaian dan pengujian kontaminasi, pertukaran data, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, Bapeten juga memberikan dukungan infrastruktur dan keahlian teknis untuk memastikan hasil pengujian memenuhi standar internasional yang diakui otoritas AS.
Ishartini menegaskan bahwa tata laksana sertifikasi bebas Cs-137 yang dilakukan KKP telah sesuai dengan ketentuan ilmiah dan standar internasional mengenai mutu hasil perikanan dan keselamatan radiasi. Ia menambahkan bahwa masing-masing instansi, yaitu Badan Mutu KKP dan Bapeten, memiliki kontribusi peran yang signifikan dalam sinergitas lintas sektor ini.
Pada 31 Oktober lalu, Indonesia mencatat tonggak penting dengan ekspor perdana udang bersertifikat bebas Cesium 137 ke pasar Amerika Serikat. Sebagai competent authority (CA), KKP berwenang melaksanakan pengendalian resmi di seluruh rantai produksi perikanan, mulai dari hulu hingga hilir.
Selama ini, KKP telah menerbitkan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) atau Health Certificate for Quality and Safety of Fish and Fishery Products untuk memenuhi persyaratan ekspor negara tujuan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional, terutama di AS.
Manfaat Kerja Sama Antara KKP dan Bapeten
- Peningkatan Kualitas Produk: Kerja sama ini akan membantu memastikan bahwa produk udang yang diekspor memenuhi standar kualitas dan keamanan yang diperlukan.
- Dukungan Teknis dan Infrastruktur: Bapeten memberikan dukungan infrastruktur dan keahlian teknis untuk memastikan pengujian memenuhi standar internasional.
- Sinergi Lintas Sektor: Kolaborasi antara KKP dan Bapeten mencerminkan sinergi lintas sektor yang sangat penting dalam memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.
- Ekspor yang Lebih Lancar: Dengan sertifikasi bebas Cs-137, proses ekspor udang ke pasar AS akan lebih mudah dan cepat karena memenuhi persyaratan FDA.
Tantangan dan Peluang
Meskipun kerja sama ini membuka peluang besar bagi industri perikanan Indonesia, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, perlu adanya koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait untuk memastikan semua proses berjalan lancar. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM juga menjadi hal penting agar bisa memenuhi standar internasional.
Namun, dengan adanya kerja sama yang kuat antara KKP dan Bapeten, diharapkan tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen udang berkualitas tinggi yang diminati di pasar global.
Kesimpulan
Kerja sama antara KKP dan Bapeten dalam sertifikasi bebas Cs-137 untuk udang merupakan langkah strategis yang sangat penting. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia, serta memperluas akses pasar ke negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Dengan demikian, Indonesia dapat semakin memperkuat posisinya sebagai produsen perikanan yang andal dan kompetitif di dunia.