
Soreang, Wilayah Bersejarah yang Menjadi Tempat Pembangunan Patung Jenderal Soedirman
Soreang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, khususnya selama masa perjuangan. Daerah ini menjadi tempat pengungsian dan pusat pemerintahan sementara saat terjadinya Bandung Lautan Api. Selain itu, Soreang juga menjadi wilayah terakhir dalam operasi penumpasan gerakan Warman pada tahun 1981. Keberadaan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan utama Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD, Letnan Jenderal Iwan Setiawan memilih Soreang sebagai lokasi pembangunan patung Jenderal Soedirman.
Iwan menjelaskan bahwa pembangunan patung tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Panglima Besar Jenderal Soedirman. Patung ini tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga menjadi penanda bahwa Soreang adalah bagian dari jejak sejarah perjuangan di Bandung Selatan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Saya beserta istri ikut menyaksikan penumpasan gerakan Warman di Soreang Kolot pada tahun 1981. Soreang juga menjadi pengungsian dan pusat pemerintahan sementara saat Bandung Lautan Api," ujar Iwan usai meresmikan patung Jenderal Soedirman di Jalan Bojong, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin 10 November 2025.
Proses pembuatan patung ini dilakukan dengan bimbingan langsung dari keluarga Jenderal Soedirman. Salah satu cucunya, Ganang Priyambono Sudirman, terlibat secara aktif dalam proses perencanaan dan pembangunan. Iwan mengungkapkan bahwa keluarga Jenderal Soedirman turun langsung ke lokasi selama enam bulan untuk memastikan bahwa patung sesuai dengan aslinya.
"Tidak semua patung Jenderal Soedirman mendapat sentuhan langsung dari pihak keluarga beliau. Untuk pembuatan di Soreang, keluarga Jenderal Soedirman turun langsung, bolak-balik ke lokasi selama perencanaan dan pembangunan, total enam bulan," kata Iwan.
Gagasan pembuatan patung Jenderal Soedirman di Soreang sudah muncul sejak Iwan masih berpangkat letnan, bertahun-tahun lalu. Iwan mengaku sangat mengagumi perjuangan dan kontribusi Jenderal Soedirman dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Bersamaan dengan peresmian patung, Iwan memberi nama jalan Jenderal Soedirman, menggantikan Jalan Bojong. Tujuan dari penggantian nama jalan ini adalah untuk menjadi sarana mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meningkatkan semangat dan motivasi masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.
"Kami pun berencana membuat patung helikopter Bell di dekat sini (patung Jenderal Soedirman). Itu melambangkan kesiapan TNI dengan alutsista menjaga NKRI," ujarnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menugaskan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) untuk memelihara patung. Mengenai pemberian nama jalan, dia menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menerbitkan surat keputusan.
Ganang Priyambono Sudirman sempat berencana hadir dalam acara peresmian, namun urung karena kendala kesehatan. Melalui rekaman video, Ganang mengungkapkan rasa bangga dan berharap keberadaan patung Jenderal Soedirman dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.