
Santri Ponpes Asy Syuhada Pelaihari Ikuti Pawai HSN 2025
Pada Jumat (24/10/2025) pagi, seluruh santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Asy Syuhada di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), turun ke jalan raya untuk mengikuti pawai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 Wita dan menjadi momen yang sangat dinanti oleh masyarakat setempat.
Rute pawai dimulai dari Gedung 4 Ponpes Asy Syuhada yang berada di kawasan Jalan Taqwa. Para santri kemudian melintasi Jalan Pancasila melewati Balairung Tuntung Lewat. Setelah itu, mereka melewati Polres Tala, Pasar Parabola (Jalan Datu Daim), PLN Ranting Pelaihari, serta kawasan Pancapan dan Jalan Samudera sebelum kembali ke Gedung 4.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Selama perjalanan, para santri menarik perhatian warga kota. Banyak orang spontan mendekat ke jalan dan mengabadikan momen tersebut dengan gawai masing-masing. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, polisi berjaga di titik-titik persimpangan. Pengguna jalan juga tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa gangguan.
Para santri yang terlibat dalam pawai tersebut mengenakan atribut yang beragam. Beberapa di antaranya membawa properti penunjang seperti banner dan baliho yang berisi narasi tentang HSN 2025. Mereka tampil semangat dan penuh semangat dalam memperingati hari besar bagi santri Indonesia.
Menurut KH Ahmad Syarifuddin Noor, pimpinan Ponpes Asy Syuhada, jumlah santri yang ikut dalam pawai mencapai 1.300 orang. Di samping itu, ada juga 150 orang ustadz/ustadzah setempat yang turut serta dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas cuaca yang baik sehingga kegiatan bisa berjalan lancar.
Pada momentum HSN ini, pihak ponpes merasa lega karena pesantren telah diakui oleh pemerintah Republik Indonesia. Hal ini ditandai dengan adanya persetujuan presiden membentuk direktorat jenderal khusus yang membidangi pondok pesantren. Menurutnya, ini merupakan penghargaan luar biasa dari pemerintah pusat kepada pondok pesantren dan santrinya.
Namun, ia juga menilai bahwa tantangan ke depan cukup besar, terutama menghadapi arus globalisasi yang begitu kuat. Arus ini dapat menggerus budaya dan kearifan Nusantara. Contohnya adalah aksi demo pelajar terhadap kepala sekolah karena dianggap tidak baik. Hal ini kontradiktif dengan sikap santri yang membela ustadz/kiai/pondoknya ketika muncul narasi negatif yang disiarkan televisi swasta nasional.
Ia menilai hal ini menjadi tolok ukur nyata pendidikan di pesantren yang mengedepankan kesantunan. Meskipun kekeliruan bisa saja terjadi, cara meresponsnya berbeda. Menurutnya, pondok pesantren menjadi garda terdepan dalam menangkal pengaruh arus globalisasi saat ini.
Harapan ke depan, dukungan yang kuat dari pemerintah pusat harus sampai ke pemerintah daerah dan kabupaten. Dengan demikian, akan tercipta sinergi dalam membina dan mengayomi pondok pesantren agar bisa sejajar dengan lembaga pendidikan umum.
Syarifuddin juga berharap pemerintah daerah lebih perhatian kepada pesantren dibanding pemerintahan sebelumnya. Ia berharap agar pesantren dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.