PBB: Iran Kehilangan Pasokan Medis Jika Perang Berlanjut

PBB: Iran Kehilangan Pasokan Medis Jika Perang Berlanjut

Krisis Pasokan Medis di Iran Akibat Konflik dengan AS dan Israel

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkhawatirkan krisis pasokan medis yang akan dialami Iran jika konflik antara negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berlanjut. Dalam laporan resmi yang dirilis pada Jumat (24/4/2026), PBB menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh kedua belah pihak akan mengganggu pengiriman obat-obatan dan alat kesehatan ke fasilitas kesehatan di Iran. Hal ini juga dikhawatirkan akan membuat harga pasokan medis melonjak, mirip dengan yang terjadi pada harga minyak.

Cadangan Pasokan Medis Iran Hanya Bertahan Dua Bulan

Saat ini, Iran sudah mulai mengalami kekurangan pasokan medis. Salah satunya adalah alat cuci darah untuk pasien gagal ginjal. Kekurangan ini disebabkan karena 60 persen pengiriman alat cuci darah dari luar negeri terganggu akibat perang dengan AS dan Israel.

Meskipun demikian, Kepala Rumah Sakit Ebnesia di Teheran, yang tidak disebut namanya, mengatakan bahwa cadangan pasokan medis yang ada saat ini masih memadai, terutama untuk obat-obatan. Namun, cadangan tersebut diprediksi hanya akan bertahan selama kurang lebih dua bulan.

Menurut saya, kita hanya memiliki persediaan obat untuk dua bulan, kata kepala rumah sakit tersebut.

Gencatan Senjata dengan AS Diperpanjang, Membuat Iran Bernapas Lega

Beruntungnya, Iran kini bisa bernapas lega setelah AS memperpanjang gencatan senjata dengan negara tersebut pada 21 April pekan lalu. Kesepakatan ini membuat perang antara Iran dengan AS dan Israel bisa berhenti sejenak.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata akan dilakukan hingga Iran menyepakati perdamaian dengan AS. Gencatan senjata ini seharusnya sudah berakhir pada 22 April. Trump menambahkan bahwa dirinya juga akan melanjutkan blokade terhadap Selat Hormuz. Jika Iran sudah sepakat berdamai dengan AS, baru dirinya akan bersedia untuk kembali membuka selat tersebut.

AS Berencana Menyerang Iran Meski Gencatan Senjata Diperpanjang

Kendati sudah memperpanjang gencatan senjata, beberapa waktu lalu, AS dikabarkan berencana melakukan serangan baru ke Iran. Menurut laporan CNN yang mengutip sumber internal militer AS pada Kamis (23/4/2026), serangan bakal dilakukan ke infrastruktur publik milik Iran. Serangan ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS.

Sumber militer AS menambahkan, negaranya juga masih menyimpan sejumlah opsi serangan yang akan dilakukan ke Iran. Ia menjelaskan, ada dua opsi lain yang sedang dipertimbangkan Washington. Pertama, AS berencana menyerang infrastruktur energi yang ada di Iran. Kedua, AS akan melakukan serangan terhadap para petinggi militer negara tersebut. Keduanya menjadi opsi terakhir yang akan dilakukan jika serangan terhadap infrastruktur publik Iran tidak mampu membuat mereka menyepakati perdamaian dengan AS.

Pengiriman Minyak Iran Gagal Melalui Jaringan Shadow Fleet

Selain itu, AS telah berhasil menggagalkan pengiriman minyak Iran melalui jaringan shadow fleet. Sementara itu, Israel dan Hizbullah saling menuduh satu sama lain melanggar gencatan senjata.