
Perumda AU Kabupaten Kuningan: Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan
Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha (Perumda AU) Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan publik setelah Direktur Hj. Heni Susilawati mengundurkan diri. Kepergian pimpinan BUMD yang telah berdiri sejak lama ini memicu berbagai pertanyaan tentang arah dan masa depan perusahaan tersebut. Selama ini, kinerja Perumda AU sering kali dikritik karena belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aktivis sekaligus pelaku usaha di dunia digital, Ahmad Taufik atau dikenal dengan panggilan Bobi, menyatakan kekhawatirannya terhadap situasi ini. Ia menilai bahwa perdebatan publik dalam menentukan sosok pengganti direktur baru hanyalah upaya permukaan yang tidak akan efektif. Menurutnya, masalah yang dihadapi Perumda AU bersifat sistemik, sehingga solusi yang dibutuhkan harus lebih mendalam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Bobi menggunakan analogi teknis untuk menjelaskan kondisi Perumda AU saat ini. Ia membandingkannya dengan mobil yang mudah mogok dan tidak handal. "Sama seperti mobil yang sudah rusak, siapa pun yang mengemudikannya tetap tidak akan bisa melaju cepat," ujarnya. Solusi yang dibutuhkan bukan hanya pergantian kepemimpinan, melainkan perombakan fundamental atau restrukturisasi total yang menyentuh akar permasalahan internal.
Ia setuju dengan pandangan Tokoh Muda Kuningan, Arif Ardiansyah, yang menekankan pentingnya evaluasi kinerja karyawan sebagai langkah utama dalam transformasi Perumda AU. Menurut Arif, ada ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban di kalangan pegawai. "Karyawan PDAU harus mau berubah. Jangan hanya vokal saat menuntut hak, sementara output dari kinerjanya berupa kontribusi pada PAD selalu nol," katanya.
Menurut Bobi, sebelum menyusun konsep bisnis yang visioner, langkah paling krusial adalah memastikan pembenahan internal yang mengakar di tingkat SDM. Dari semua tanggapan perihal PDAU, sepertinya apa yang disampaikan Arif yang paling krusial secara manajerial. Ini sudut pandang yang sederhana tapi sebenarnya transformatif.
Bobi merekomendasikan Arif Ardiansyah sebagai figur yang cocok untuk memimpin Perumda AU berikutnya karena diyakini mampu melakukan "operasi besar" dalam penataannya. Apalagi, dia cepat membaca peta persoalan dan mempunyai formula taktis untuk mengatasinya.
Namun, figur muda dengan semangat perubahan seringkali menghadapi tantangan karena akan banyak dihambat oleh para pembawa misi kepentingan dan penganut zona nyaman. Padahal leadership Arif agak seperti Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM). Dan kalau diberi kesempatan, bakal mirip Jonan saat memimpin KAI.
"Saya yakin, PDAU bisa menghadapi fase krusial seperti sekarang ini. Sepertihalnya mencontoh perusahaan-perusahaan besar yang juga pernah terpuruk namun akhirnya bangkit dan menjadi 'digdaya' seperti Apple, Lego dan Sidomuncul," katanya.
Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Darma Putra, Septian Aditiya (akrab disapa Adi), menyuarakan keprihatinan pekerja untuk meluruskan opini yang cenderung menyalahkan pekerja karena seharusnya fokus utama adalah dialihkan dari perebutan jabatan ke reformasi sistemik total.
Kuasa Pemilik Modal (KPM) atau Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar diharapkan melakukan langkah-langkah strategis terkait kepatuhan hukum mutlak, proses rekrutmen direksi Perumda AU mendatang yang harus dilakukan secara profesional, transparan dan realistis. Serta penguatan organisasi.