
FGD PDI Perjuangan dan Asosiasi Industri Elektronik untuk Menguatkan Kemandirian Nasional
DPP PDI Perjuangan melalui bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama sejumlah asosiasi industri elektronik di Jakarta. Acara ini dilaksanakan pada Jumat (7/11/2025), dengan menghadirkan Perprindo, APITU Indonesia, dan ASISI sebagai mitra diskusi. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk merumuskan strategi penguatan industri elektronik nasional dalam menghadapi tantangan global.
Pentingnya Kebijakan yang Melindungi Produsen Lokal
Darmadi Durianto, ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi VI DPR RI, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah harus berpihak pada industri elektronik nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat produksi elektronik di kawasan Asia Tenggara. Namun, hingga saat ini, industri masih bergantung pada impor komponen dan produk jadi dari luar negeri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Kita tidak boleh terus bergantung pada produk asing. Negara harus hadir dengan kebijakan yang melindungi dan memperkuat pelaku usaha nasional. Industri elektronik harus tumbuh menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
Diskusi Berbagai Isu Utama
Dalam forum tersebut, para pelaku usaha dari Perprindo, APITU Indonesia, dan ASISI menyampaikan pandangan mereka tentang tantangan yang dihadapi sektor industri elektronik. Beberapa isu utama yang dibahas antara lain:
- Ketergantungan bahan baku impor
- Kurangnya dukungan riset dan inovasi
- Keterbatasan sertifikasi produk dan tenaga kerja
- Perlunya regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi
Ketua Umum Perprindo, Budi Mulia, menyoroti pentingnya pembinaan industri peralatan rumah tangga lokal agar mampu bersaing dengan produk asing. Ia menyarankan kebijakan insentif fiskal dan keringanan bea masuk untuk bahan baku domestik.
Sementara itu, perwakilan APITU Indonesia menekankan perlunya standarisasi tenaga ahli pendingin dan tata udara. Sedangkan ASISI menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap sektor keamanan digital dan sistem integrasi elektronik yang menjadi fondasi infrastruktur industri masa depan.
Kesepakatan Strategis untuk Masa Depan Industri
Hasil FGD ini akan menjadi bahan masukan strategis bagi Komisi VI DPR RI dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan industri nasional yang lebih berpihak kepada produsen lokal. Darmadi Durianto menegaskan bahwa kemandirian industri elektronik adalah bagian dari perjuangan ideologis untuk berdikari dalam ekonomi.
“Semangat Trisakti Bung Karno mengajarkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai alat produksinya sendiri,” tambahnya.
FGD ini diakhiri dengan beberapa kesepakatan strategis, antara lain:
- Pembentukan tim kerja lintas asosiasi dan pemerintah untuk memperkuat sinergi kebijakan industri
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia
- Penataan rantai pasok industri elektronik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing
Selain itu, disepakati pula pembentukan Divisi Advokasi Pajak di lingkungan Perprindo. Divisi ini bertujuan membantu para anggota dalam penataan laporan keuangan, peningkatan kepatuhan perpajakan, serta menciptakan tata kelola usaha yang lebih transparan dan profesional.