
Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo, memberikan komentar mengenai kegagalannya finish dalam balapan MotoGP Australia 2025.
Pada balapan utama yang digelar di Sirkuit Philip Island, Australia, pada hari Minggu (19/10/2025), Pecco Bagnaia tidak berhasil menyentuh garis finish. Pembalap asal Italia ini terjatuh saat balapan tinggal menyisakan empat putaran. Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi Pecco, yang baru saja berhasil naik podium di MotoGP Jepang 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Meski demikian, Pecco mengakui bahwa performa motornya lebih baik dibandingkan saat ia berlomba di Mandalika. "Lebih baik dari kemarin. Untungnya, kami mencoba sesuatu yang tidak berhasil, dan kami bergerak ke arah yang berlawanan untuk balapan," ujar Pecco dikutip oleh aiotrade.
Ia menambahkan, "Motornya jauh lebih stabil, meskipun lebih melelahkan untuk dikendarai dan kurang lincah."
Pecco merasa bisa memacu motornya lebih cepat di Sirkuit Philip Island. "Saya mampu memacu sedikit lebih keras dan mempertahankan kecepatan yang lebih cepat daripada pembalap di depan saya, jadi saya bisa menebusnya," katanya.
Ia juga menjelaskan, "Saya hanya kehilangan sedikit waktu di tiga atau empat putaran pertama untuk menyesuaikan diri dengan motor."
Menurutnya, posisi yang lebih dekat dengan motor membuatnya kurang bergerak. "Itu cara berkendara yang berbeda, tetapi saya merasa lebih baik," ujarnya.
Pada lap-lap terakhir, Pecco berusaha keras untuk menembus 10 besar. Sayangnya, ia gagal mengendalikan motornya saat memasuki putaran ke-23. Meski begitu, Pecco tidak terlalu menyesali kegagalannya mengakhiri balapan. Baginya, lebih baik tidak finish daripada harus menyelesaikan balapan di posisi terakhir.
"Saya harus menerimanya (kecelakaan) karena saya tidak ingin finis terakhir lagi," kata Pecco.
Ia menambahkan, "Ketika kamu memaksakan diri seperti yang saya lakukan, bisa saja terjadi kecelakaan."
"Meski hanya tersisa beberapa putaran, 10 besar masih mungkin, dan saya terus berusaha."
Ia juga mengatakan, "Rasanya benar-benar lebih baik daripada kemarin di Indonesia."
"Lebih baik jatuh saat berjuang untuk posisi, untuk beberapa poin, daripada ketika saya berada di posisi terakhir," pungkasnya.
Kegagalan di Australia membuat Pecco terlempar dari tiga besar klasemen MotoGP 2025. Ia kini turun ke peringkat keempat, digusur oleh Marco Bezzecchi yang finish di posisi ketiga dalam MotoGP Australia 2025.