Pedagang Kripto Mulai Menghindari Altcoin dan Mata Uang Berisiko Tinggi

admin.aiotrade 17 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Pedagang Kripto Mulai Menghindari Altcoin dan Mata Uang Berisiko Tinggi


Jakarta – Aksi jual di pasar kripto masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi ini menyebabkan sejumlah token kripto yang memiliki risiko tinggi mengalami tekanan besar. Pergerakan indeks MarketVector Digital Assets 100 Small-Cap, yang melacak 50 aset digital terkecil dalam keranjang 100 aset, menunjukkan penurunan signifikan.

Indeks tersebut mencapai level terendah sejak November 2020 pada hari Minggu (16/11/2025), dengan nilai sebesar 4.776,90. Pada hari Senin (17/11/2025) pukul 19.22 WIB, indeks ini sedikit meningkat menjadi 4.896,60. Penurunan indeks ini mencerminkan penurunan harga mata uang kripto berkapitalisasi kecil, yang turut terpengaruh oleh penurunan harga Bitcoin.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mata uang kripto mulai mengalami penurunan setelah sempat naik hingga 30% sejak awal tahun hingga mencapai rekor harga di awal Oktober. Selama masa pasar bullish sebelumnya, indeks small-cap seringkali unggul dibandingkan mata uang kripto berkapitalisasi besar. Indeks ini terdiri dari saham-saham altcoin yang diuntungkan oleh spekulasi para trader kripto yang mencari keuntungan tinggi di tengah risiko tinggi.

Namun, tren tersebut berubah tahun lalu setelah Amerika Serikat (AS) menyetujui exchange traded fund (ETF) berbasis Bitcoin dan Ether. ETF ini menjadi fokus utama bagi arus dana investor institusi. Kebijakan ini membuat trader ritel lebih waspada. "Gelombang pasang tidak mengangkat semua kapal, hanya mengangkat yang berkualitas," kata Pratik Kala, Manajer Portofolio Apollo Crypto, sebuah perusahaan hedge fund yang berbasis di Australia, seperti dikutip Bloomberg, Senin (17/11/2025).

Kekurangan altenatif kripto berisiko bisa menghambat rencana penerbit untuk mendaftarkan beberapa ETF yang terkait dengan token tersebut. Hingga pertengahan Oktober, sekitar 130 aplikasi ETF yang terkait dengan mata uang kripto berkapitalisasi kecil masih tertunda di Securities and Exchange Commission (SEC) AS.

Salah satu ETF yang terkait dengan Dogecoin, yang dibuat sebagai meme coin pada 2013, mulai diperdagangkan pada bulan September dengan kode DOJE. Namun, menurut data Bloomberg, ETF tersebut belum menerima arus dana masuk sama sekali. Dogecoin sendiri turun 13% dalam sebulan terakhir.

Selama lima tahun terakhir, indeks kripto kapitalisasi kecil turun hampir 8%. Sementara indeks kripto kapitalisasi besar melonjak sekitar 380%. Hal ini menegaskan seberapa jauh altcoin telah kehilangan popularitas. Pasar kripto yang lebih luas juga masih terguncang akibat krisis pada 10 Oktober yang memicu likuidasi sekitar US$ 19 miliar dan menghapus nilai pasar lebih dari US$ 1 triliun di seluruh token. Sejak saat itu, selera risiko telah menurun, dan para pedagang terus menghindari mata uang virtual yang paling spekulatif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan