Proyeksi Surplus Solar Indonesia pada 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia akan mengalami surplus bahan bakar solar sekitar empat juta ton pada tahun 2026. Proyeksi ini merupakan hasil dari percepatan program energi hijau dan peningkatan kapasitas kilang domestik, yang diharapkan mampu menghemat devisa negara secara signifikan.
“Kita surplus solar, kurang lebih sekitar empat juta ton di 2026. Jadi, menghemat devisa kita,” ujar Bahlil dalam BIG Conference 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peningkatan Produksi Kilang dan Biodiesel
Mantan Menteri Investasi/Kepala BKPM itu menjelaskan kebutuhan solar nasional per tahun mencapai 32 hingga 33 juta ton. Sementara itu, kemampuan produksi dalam negeri saat ini hanya berkisar 15 sampai 16 juta ton. Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah memaksimalkan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa Fatty Acid Methyl Ester (FAME), yang dibuat dari campuran Crude Palm Oil (CPO) dan metanol. Indonesia sudah menerapkan program B40 alias biodiesel 40 persen.

“Ke depan, di 2026 RDMP (proyek pengembangan kilang minyak) kita di Kalimantan Timur itu sudah diresmikan. Insya Allah 17 Desember itu bisa menambah kurang lebih sekitar 100 ribu barel lebih,” ujar Bahlil.
Pengiriman Bahan Bakar ke Aceh dengan Pesawat Perintis
Sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah, pemerintah juga melakukan pengiriman 1.000 liter Pertalite dan solar ke Aceh menggunakan pesawat perintis. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan bahan bakar di daerah-daerah terpencil.
Pemerintah Yakin Impor Solar Dapat Diakhiri Mulai 2026
Bahlil menegaskan dengan strategi pendorong penggunaan biodiesel dan penambahan kapasitas kilang, pemerintah menargetkan tidak ada lagi impor solar yang dilakukan mulai tahun depan.
[Nah, khusus untuk perdebatan yang panjang tahun depan kita tidak lagi melakukan impor solar tahun depan,” tutur Bahlil.]

Surplus Solar untuk Produksi Avtur
Bahlil menyampaikan surplus solar yang dihasilkan pada 2026 nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan bakar pesawat, avtur. Tujuannya, agar Indonesia tidak perlu lagi mengimpor avtur.
“Karena kita sudah surplus di solar, maka bahan baku yang tadinya solar mau kami dorong untuk bikin avtur supaya tidak perlu lagi impor avtur. Maka dengan demikian yang kita impor tinggal apa? Tinggal bensin,” katanya.

Dengan proyeksi ini, Indonesia berpotensi menjadi negara yang mandiri dalam pasokan bahan bakar, baik untuk kebutuhan transportasi darat maupun udara. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada impor.