Pegadaian Kelola 129 Ton Emas pada Oktober 2025

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 29x dilihat
Pegadaian Kelola 129 Ton Emas pada Oktober 2025


PT Pegadaian (Persero) mencatat bahwa total emas yang dikelola perusahaan mencapai 129 ton pada 31 Oktober 2025. Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengelola sekitar 1,86 ton logam mulia dengan nilai mencapai sekitar Rp 4,14 triliun.

Selain itu, Damar menjelaskan bahwa layanan PMK perseroan telah menyalurkan 370 kilogram (kg) modal pinjaman emas dengan nilai mencapai Rp 628 miliar. Ia menegaskan bahwa bagi para manufaktur atau pabrik yang membutuhkan emas atau pinjaman berupa emas, Pegadaian siap memberikan layanan tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 37 kg atau senilai Rp 628 miliar yang tersedia untuk pinjam emas di Pegadaian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam acara Bullion Connect 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/11), Damar menyampaikan bahwa unit Bullion Pegadaian sejak peluncuran pada Februari 2025 telah mengelola 28,76 ton emas dengan nilai mencapai Rp 60,83 triliun.

Untuk aktivitas perdagangan emas fisik, Damar mencatat volume transaksi sebesar 7,68 ton dengan nilai mencapai Rp 14,14 triliun. Di sisi lain, penitipan emas korporasi mampu menampung sebanyak 3,1 ton emas dengan valuasi Rp 6,88 triliun.


Produk unggulan lainnya, yakni tabungan emas (gold saving/TE), memiliki saldo emas mencapai 15,75 ton atau senilai Rp 35,04 triliun. Program ini telah digunakan oleh lebih dari 4,49 juta nasabah dengan total 4,54 juta rekening. Sehingga, total ekosistem emas yang berada di bawah pengelolaan Pegadaian, termasuk agunan gadai emas, mencapai 129 ton.

Damar menjelaskan bahwa pada tahun 2025 ini, perusahaan akan fokus membangun fondasi penyediaan layanan gold card di dalam ekosistem Exchange Traded Fund (ETF). Perusahaan juga menyiapkan berbagai langkah dari sisi investasi dan kesiapan operasional.

Menurut Damar, jika izin ETF telah diperoleh, peluncuran layanan tersebut ditargetkan dapat dimulai pada tahun yang sama. Ia menambahkan bahwa diharapkan pada tahun 2027 nanti, Pegadaian sudah bisa melakukan ekspansi dan beroperasi secara efektif. Artinya, pada tahun 2028, perusahaan menargetkan dapat mencapai kepentingan nasional dalam hal penguatan pasar emas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan