Pegawai BUMN Bunuh Istri dengan Pisau Dapur Saat Anak Keluar

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Pegawai BUMN Bunuh Istri dengan Pisau Dapur Saat Anak Keluar
Pegawai BUMN Bunuh Istri dengan Pisau Dapur Saat Anak Keluar

Pembunuhan Istri dengan Pisau Dapur oleh Pegawai BUMN di Banyuwangi

Seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tega membunuh istrinya menggunakan pisau dapur. Kejadian tersebut terjadi di rumah mereka yang berada di Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (20/10/2025). Pelaku pembunuhan adalah GDF (41), sedangkan korban bernama BW (52).

Pada saat kejadian, anak-anak pasangan tersebut tidak berada di rumah. Anak pertama sedang berada di Malang, sementara dua anak lainnya sedang bersekolah. Hal ini membuat hanya ada pasangan suami istri yang berada di dalam rumah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, mengungkapkan bahwa saat kejadian, hanya pelaku dan korban yang berada di dalam rumah. "Anak-anak pasangan ini ada tiga orang dan saat kejadian mereka sedang berada di luar rumah. Beberapa di antaranya sedang sekolah. Jadi, di rumah hanya ada pelaku dan korban," ujarnya.

GDF mengaku telah menusuk istrinya menggunakan pisau dapur. Tusukan tepat bersarang di bagian dada korban hingga ia tewas di lokasi kejadian. "Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi," tambahnya.

Setelah melakukan pembunuhan, GDF menghubungi seorang polisi melalui grup WhatsApp. Nomor telepon polisi tersebut dicari oleh GDF dari grup tersebut. Setelah mendapat kontak polisi, ia mengirim pesan dan mengaku telah membunuh istrinya. Pesan tersebut dikirim GDF kepada polisi sekira pukul 08.30 WIB.

"Terduga pelaku mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu personel Polresta Banyuwangi dari unit Laka. Isi pesannya adalah menyampaikan bahwa ia ingin menyerahkan diri karena telah melakukan pembunuhan terhadap istri," kata Kombes Rama Samtama Putra.

Mendengar kabar tersebut, anggota Satlantas Polresta Banyuwangi meneruskan informasi ke Satreskrim. Aparat langsung datang ke lokasi tempat pembunuhan untuk mencari tahu kebenarannya.

"Tim Resmob Polresta Banyuwangi bergerak menuju TKP dan menemukan terduga pelaku berada di teras rumah, dengan kondisi pintu terbuka," ujar Kapolresta.

Benar saja, polisi menemukan korban dalam keadaan terlentang di ruang makan dalam kondisi dada bersimbah darah. Tak jauh dari korban ada pisau dapur yang digunakan pelaku untuk membunuh korban.

Setelah itu, polisi pun langsung mengamankan dan menggelandang GDF ke Mapolresta Banyuwangi.

Rosi, tetangga korban, mengaku mengenal akrab BW. Pada malam sebelum kejadian, ia sempat bertemu BW dalam sebuah kegiatan warga. Saat itu, tidak ada hal yang berbeda yang Rosi lihat dari BW. Semua terlihat normal seperti biasanya.

"Kemarin waktu pengajian ketemu. Ketemu, ya, biasa saja, nggak ada cerita apa-apa. Orangnya sibuk juga, jadi jarang ngobrol panjang," ucapnya.

Motif Pembunuhan Masih Misterius
Seiring dengan itu, polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai barang bukti di lokasi kejadian. "Proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan lebih lanjut," ucap Rama.

Polisi masih mendalami motif GDF membunuh istrinya. "Motif masih kami dalami. Nanti kami akan sampaikan setelah hasil pemeriksaan lebih lanjut," kata Kombes Rama Samtama Putra.

Warga setempat mengungkap selama ini pasangan suami-istri tersebut dikenal harmonis. Tak pernah terdengar kabar cekcok antara keduanya. Secara ekonomi, keluarga tersebut juga berkecukupan.

Rosi, tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi kejadian, mengaku tidak pernah mendengar pasangan tersebut cekcok. Rumah mereka hanya terpisah gang kecil. Jika adu mulut terjadi dengan suara-suara yang keras, besar kemungkinan suaranya sampai hingga rumah tetangga.

"Nggak pernah. Sampai pagi tadi pun nggak ada suara bertengkar. Tiba-tiba saja sudah ada polisi, sudah ramai. Saya baru tahu bahwa ada pembunuhan," kata Rosi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan