
Peristiwa Mengejutkan di Banyuwangi: Suami Bunuh Istri yang Dikenal Harmonis
Seorang pegawai BUMN di Banyuwangi, Jawa Timur, tega membunuh istrinya sendiri. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar karena pasangan tersebut dikenal sebagai pasangan yang harmonis dan mapan. Tidak ada suara keributan yang terdengar dari rumah mereka saat peristiwa tragis terjadi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Peristiwa ini terjadi pada Senin (20/10/2025) pagi. G, seorang pegawai BUMN berusia 41 tahun, menusuk istrinya, D, yang berusia 54 tahun, hingga tewas di rumahnya. Saat kejadian, ketiga anak mereka sedang tidak berada di rumah. Anak pertama sedang kuliah di Malang, sementara dua lainnya masih duduk di bangku sekolah.
Pembunuhan ini terungkap setelah pelaku mengirim pesan WhatsApp kepada polisi. Di dalam pesannya, G menyatakan bahwa ia baru saja membunuh istrinya dan memberikan alamat rumahnya. Polisi kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban.
"Sebelumnya, terduga pelaku mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu personel Polresta Banyuwangi dari unit Laka. Isi pesannya menyampaikan bahwa ia ingin menyerahkan diri karena telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya," jelas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra.
Saat tiba di lokasi, pelaku sedang berada di teras rumahnya dengan pintu terbuka. Polisi menemukan jenazah korban yang tergeletak bersimbah darah di ruang makan. Pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolresta Banyuwangi. Proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan lebih lanjut.
Kronologi Pembunuhan
Menurut keterangan, G mengaku menggunakan pisau dapur untuk menusuk istri yang sedang berada di ruang makan. Pukulan itu mengenai bagian dada korban, sehingga menyebabkan kematian di tempat kejadian. Saat kejadian, ketiga anak pasangan tersebut sedang berada di luar rumah.
Anak pertama korban sedang kuliah di luar kota, sementara anak kedua duduk di bangku SMK, dan anak ketiga masih duduk di SMP. Sehingga, hanya pelaku dan korban yang berada di dalam rumah saat kejadian.
Pasangan yang Dikenal Harmonis
Kejadian ini mengejutkan tetangga sekitar. Menurut pengakuan seorang tetangga bernama Rosi, tidak ada suara keributan yang terdengar dari rumah pelaku dan korban. "Tidak ada keributan, tahu-tahu sudah ada polisi datang," ujarnya.
Rosi mengungkapkan bahwa G dan D terlihat seperti pasangan yang harmonis. Ia tidak pernah mendengar keduanya bertengkar. Selain itu, D dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan lingkungan. Ia aktif mengikuti kegiatan PKK dan pengajian di daerah tersebut.
Bahkan pada malam sebelum pembunuhan, Rosi masih bertemu dengan korban saat pengajian. Ia menyebut tidak ada yang berbeda dari korban. Diketahui bahwa G dan D sudah menikah sejak 2011. D merupakan warga asli lingkungan tersebut, sedangkan sang suami berasal dari kelurahan lain di Banyuwangi.
Sebelum menikah dengan G, D adalah seorang janda yang memiliki dua anak. Sementara G belum pernah menikah sebelumnya. Keduanya lalu menikah dan dikaruniai satu anak. Pasangan ini dikenal memiliki kehidupan yang mapan. Sang suami adalah pegawai BUMN, sementara istrinya bekerja di BCA.
Penyelidikan Motif Masih Berlangsung
Saat ini, polisi masih mendalami motif dari tindakan pelaku. Jenazah korban juga telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses autopsi. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mencari fakta-fakta terkait peristiwa ini.