Pekan Kebudayaan Lampung 2025 Dimulai, Isbedy dan Dzafira Jadi Sorotan Hari Sabtu

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Pekan Kebudayaan Lampung 2025 Dimulai, Isbedy dan Dzafira Jadi Sorotan Hari Sabtu
Pekan Kebudayaan Lampung 2025 Dimulai, Isbedy dan Dzafira Jadi Sorotan Hari Sabtu

Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Lampung 2025 Dimulai

Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Lampung resmi dibuka hari ini, Senin 29 Oktober 2025. Acara ini diselenggarakan oleh UPT Taman Budaya Lampung di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. PKD akan berlangsung hingga Sabtu, 25 Oktober 2025, dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni, seminar, dan pertunjukan yang melibatkan seniman serta komunitas kreatif dari seluruh wilayah Lampung.

PKD Lampung menjadi wadah penting bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya seni mereka sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kekayaan budaya daerah. Banyak komunitas seni dan lembaga pendidikan turut serta meramaikan acara ini, seperti Teater Jabal Tanggamus, SMK Darussalam Tanggamus, Yayasan Insan Mandiri, Teater 11 Project, SMAN 1 Way Jepara, serta seniman individu seperti Iin Zakaria.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kolaborasi Puisi pada Puncak Acara

Puncak acara pada hari terakhir, Sabtu, akan dimeriahkan oleh pembacaan puisi kolaboratif antara penyair legendaris Lampung Isbedy Stiawan ZS dan putrinya, Dzafira Adelia Putri Isbedy. Pembacaan puisi ini akan dilaksanakan pada pukul 13.45–14.00 WIB. Isbedy, yang dikenal sebagai "Paus Sastra Lampung" oleh HB Jassin, akan membacakan puisi berjudul “Sajak-Sajak Pendek Ditulis Ketika Kau Menungguku Tiba” yang terdiri dari 11 bagian, serta satu puisi pendek berjudul “Aku Hanya Menunggu”.

Isbedy menjelaskan bahwa tema puisi menunggu memiliki makna mendalam. Menurutnya, menunggu adalah bagian dari fitrah manusia dan makhluk lainnya. “Menunggu untuk dipanggil, menunggu untuk meninggalkan dunia fana, atau menunggu pulang ke ‘kampung ibu’ — rumah tua dengan tungku batu tempat ibu menanak. Semua itu adalah metafora tentang kesabaran, kerinduan, dan perjalanan hidup,” ujarnya saat diwawancarai, Senin 20 Oktober 2025.

Dzafira, Seniman Muda yang Menginspirasi

Dzafira, siswi kelas 9 SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (SMP MuAD) Kota Metro, Lampung, bukan kali pertama tampil bersama ayahnya. Sebelumnya, mereka pernah berkolaborasi di Festival Puisi Esai Jakarta 2024 di PDS HB Jassin, serta parade baca puisi penyair ASEAN secara virtual pada Ramadhan tahun lalu. Pengalaman tersebut membuatnya semakin nyaman tampil bersama ayahnya di atas panggung.

Prestasi Dzafira juga patut diacungi jempol. Ia pernah meraih juara pertama Lomba Muhammadiyah Olimpiad and Festival of Lampung (MOFEST) Tingkat Provinsi Lampung ke-3 pada 2025, juara kedua Porseni Muhammadiyah Lampung 2023 di Bandar Lampung, serta berbagai lomba menulis puisi tingkat nasional, termasuk lomba Kartini.

Fira, panggilan akrab Dzafira, menyebut kolaborasi kali ini sebagai tantangan sekaligus kesempatan emas. “PKD Lampung adalah ajang para seniman terbaik di daerah ini. Saya merasa bahagia diajak berkolaborasi dan siap menampilkan yang terbaik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa latihan intens diperlukan untuk menyelaraskan penampilan dengan ayahnya, namun rasa percaya dan pengalaman sebelumnya membuat proses itu lebih mudah.

Kutipan Puisi yang Akan Dibacakan

Berikut kutipan puisi yang akan dibacakan Isbedy dan Dzafira:

tak penting siapa tiba lebih dulu
kita tempuh perjalanan yang sama
— aku dari arah Barat
dan kau mulai dari Timur
di Selatan kita bertemu —
untuk meneguhkan janji
demi menulis sebuah langkah
baru; di depan segala menantang

*tungku yang ibu pamerkan setiap hari
padaku, sejak aku kanakkanak
telah mengekal di diriku; sebagai tulah
agar aku tahu pulang ke tungku ibu
terbuat dari tanah dan kayu
bahan bakarnya
kenanganku ditanak di situ*

Dampak PKD Lampung 2025

Kehadiran Isbedy dan Dzafira di PKD Lampung menjadi magnet utama bagi pecinta sastra dan masyarakat umum. Dengan kolaborasi lintas generasi ini, PKD Lampung 2025 diharapkan tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap sastra dan budaya Lampung, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam melestarikan karya sastra daerah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan