
Edukasi Literasi Keuangan untuk Pelajar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki peran penting dalam memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Salah satu segmen yang menjadi prioritas adalah pelajar, karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menggerakkan perekonomian di masa depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa pelajar dan mahasiswa termasuk dalam 10 segmen prioritas OJK. Alasan utamanya adalah remaja rentan terhadap berbagai ancaman dari dunia digital, seperti oversharing data pribadi atau terjebak dalam scam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Anak-anak kita harus kita jaga, kita beri literasi edukasi supaya mereka bisa terhindar dari scam dan bahaya dunia digital. Kalau dilihat dari data, gen Z dan milenial ini banyak menjadi korban scam. Karena mereka yang terbiasa dengan produk digital,” ujarnya usai acara OJK Mengajar di SMAN 3 Yogyakarta, Senin (20/10/2025).
Selain meningkatkan literasi keuangan, OJK juga mendorong pelajar untuk mulai belajar mengelola keuangan secara mandiri. Saat ini, banyak fitur seperti paylater memudahkan pembayaran, tetapi penggunaannya juga bisa menimbulkan risiko jika tidak dikelola dengan baik.
“Jangan sampai berperilaku konsumtif, dan jangan sampai berhutang secara online, kemudian nggak bisa bayar, akhirnya akan membahayakan masa depan. Pelajar merupakan generasi penerus, menjadi penggerak ekonomi,” tambahnya.
Dalam acara OJK Mengajar, OJK bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu hadir dalam kegiatan tersebut. Ia meminta generasi muda untuk membangun kemandirian finansial sejak dini.
Kemandirian finansial dimulai dari penggunaan uang yang bijaksana. Anggito menyarankan agar para pelajar memangkas pengeluaran yang tidak penting dan mulai menyisihkan uang untuk tabungan.
“Pangkas semua belanja yang tidak perlu, kemudian simpan dulu. Menyimpan uang untuk dana darurat. Sisihkan uang untuk menabung di awal bulan, jangan dibelanjakan semuanya. Harus punya cara agar nggak senang ngutang,” kata Anggito.
Setelah memiliki kemandirian finansial, generasi muda juga didorong untuk mulai berinvestasi. Namun, investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Ada investasi ilegal yang bisa membahayakan keuangan para pelajar.
“Investasi juga harus hati-hati, harus yang mendapat izin dari OJK. Sudah mendapatkan izin, tetapi dalam pelaksanaannya tidak sesuai, itu juga harus hati. Harus dipahami dulu (sebelum investasi),” ujarnya.
Tips untuk Meningkatkan Literasi Keuangan
- Pelajar harus memahami pentingnya literasi keuangan.
- Mulailah mengelola keuangan dengan bijak, hindari perilaku konsumtif.
- Gunakan fitur layanan keuangan digital dengan hati-hati.
- Bangun kemandirian finansial dengan menabung dan mengatur pengeluaran.
- Investasi harus dilakukan setelah memahami risikonya dan pastikan layanan tersebut legal dan terdaftar.