Pelaku Bawa 7 Bahan Peledak di SMAN 72 Jakarta: 3 Tidak Meledak

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Pelaku Bawa 7 Bahan Peledak di SMAN 72 Jakarta: 3 Tidak Meledak
Pelaku Bawa 7 Bahan Peledak di SMAN 72 Jakarta: 3 Tidak Meledak

Penjelasan Lengkap Terkait Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang, menimbulkan banyak korban dan kekhawatiran. Densus 88 Anti Teror Polri mengungkap bahwa terduga pelaku membawa tujuh bahan peledak. Empat dari bahan tersebut meledak di dua lokasi berbeda, sementara tiga lainnya tidak meledak.

“Ya benar ada tujuh bahan peledak,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, Minggu (9/11/2025). Ia menjelaskan bahwa bahan-bahan peledak yang tidak meledak telah disita untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun, jenis bahan peledak tersebut belum diungkap secara rinci.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korban Ledakan dan Kondisi Mereka

Total korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mencapai 96 orang. Sebanyak 29 di antaranya masih dirawat di rumah sakit, sementara sisanya sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025) siang bersama Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah.

Dari total 29 korban yang dirawat, 14 orang berada di RS Islam Cempaka Putih, 14 lainnya di RS Yarsi, dan satu orang di RS Pertamina. Secara umum, 12 korban masih dirawat inap, sedangkan dua orang lainnya masih berada di ICU dengan kondisi membutuhkan penanganan khusus.

Peran Remote Control dalam Ledakan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ledakan diduga melibatkan perangkat pengendali jarak jauh atau remote control. Namun, hal ini masih dalam proses analisis oleh tim penjinak bom (Jihandak) dan Laboratorium Forensik Polri. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak Jihandak memiliki wewenang untuk memberikan penjelasan teknis terkait bahan peledak dan perangkat yang ditemukan.

“Nanti pihak jibom yang menjelaskan karena merekalah orang-orang yang lebih expert (ahli) di dalam menjelaskan barang bukti ledakan,” ujar Budi. Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung, melibatkan Densus 88 serta tim gabungan dari Polda Metro Jaya.

Analisis Lanjutan dan Hasil Laboratorium

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri saat ini sedang menganalisis jenis serbuk yang ditemukan di lokasi kejadian. Budi menekankan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan sumber ledakan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi terkait hal tersebut.

“Apakah berasal dari bahan berbahaya atau tidak, itu domain Gegana dan Puslabfor. Hasilnya nanti akan disampaikan dalam rilis lengkap oleh Kapolri,” ucapnya.

Investigasi Terhadap Pelaku dan Makna Tulisan

Hingga kini, belum ditemukan keterkaitan pelaku dengan jaringan teror. Namun, Densus 88 tetap mendalami seluruh kemungkinan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan keterangan saksi-saksi. Termasuk dalam investigasi adalah makna tulisan berbahasa Inggris seperti ‘Welcome to Hell’ dan ‘For Agartha’ yang terdapat pada senjata mainan.

“Hasil dari Densus 88, Puslabfor, Gegana, dan Reskrim akan dikompilasi agar informasi ke publik tidak bias,” tegas Budi.

Perkembangan Data Korban

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melaporkan jumlah korban ledakan di SMAN 72 Jakarta meningkat menjadi 96 orang. Ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang saat kegiatan salat Jumat berlangsung di masjid sekolah. Jumlah tersebut meningkat dari data sebelumnya yang sempat menyebut ada 54 korban.

“Tadi disampaikan oleh Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih tentang jumlah korban. Kami tekankan jumlah korban 96 orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Sabtu (8/11/2025) malam.

Dari total korban tersebut, sebanyak 29 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit, sedangkan 67 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan